Dalam hubungan, kritik sering berada di garis tipis antara bentuk kepedulian dan sikap menghakimi. Banyak cowok merasa sedang jujur dan ingin hubungan berkembang, tapi di sisi lain pasangan justru merasa diserang atau diremehkan. Di sinilah komunikasi diuji, apakah niat baik benar-benar tersampaikan atau malah berubah jadi luka yang gak perlu.
Memberi kritik sebenarnya bukan hal yang salah, bahkan bisa jadi tanda perhatian dan keinginan untuk tumbuh bersama. Namun, cara penyampaian, waktu, dan nada bicara sangat menentukan apakah kritik terasa seperti dukungan atau serangan personal. Hubungan yang sehat butuh kejujuran, tapi juga butuh empati yang matang. Yuk, pahami cara memberi kritik yang dewasa supaya niat peduli gak berubah jadi kesan menghakimi!
