Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Balik Soundrenaline The Lab, Ada Mimpi Menembus Pasar Global
Momen intim di Soundrenaline The Lab, M Bloc Jakarta (17/7). Ruang krusial yang mempertemukan pelaku industri musik lokal dengan profesional internasional demi misi menembus pasar global. (Dok. Soundrenaline)
  • Soundrenaline The Lab menghadirkan kurator festival internasional yang membahas tren musik global dan strategi agar musisi Indonesia bisa menembus pasar dunia dengan karakter autentik.
  • Program ini membuka peluang kolaborasi lintas negara melalui sesi interaktif seperti Speed Meeting, Talkshow, Listening Session, dan Networking Night di M Bloc Space Jakarta.
  • Inisiatif ini menjadi wadah bagi musisi muda untuk memperluas jaringan profesional, memahami ekosistem industri musik, serta mengarahkan karier tanpa bergantung pada popularitas instan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Di balik tembok Melting Pop, M Bloc, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026) petang, mendadak jadi ruang kelas bagi industri kreatif. Lewat ajang Soundrenaline The Lab, para pegiat musik lokal berkesempatan langsung menyerap ilmu dari para pembesar skena musik global.

Dalam obrolan santai tapi sarat isi tersebut, tiga kurator festival internasional membedah tren terbaru di industri musik global. Mereka membagikan kiat jitu agar karya anak bangsa tak cuma jago kandang, tapi juga dilirik kuping dunia.

Sore itu, kursi pembicara diisi Hydhir Ramli (Programmer Esplanade & Lead Programmer Baybeats Singapura), Phuong Le (Music Director Wonderfruit Thailand), dan James Minor (Vice President SXSW Amerika Serikat). Ketiganya asyik mengulik tantangan gen z dalam bermusik, terutama soal menjaga konsistensi dan membangun relasi profesional.

Di mata Hydhir Ramli, datang ke sebuah festival musik masa kini seharusnya tidak lagi sekadar urusan check-in manggung lalu pulang. Area di balik panggung merupakan ruang terbaik memperluas pergaulan dan membuka peluang anyar.

"Festival [musik] bukan soal kesempatan mentas saja. Itu juga jadi momentum mengetahui bagaimana industri berjalan, mengenal orang-orang baru, dan membangun relasi," ujarnya.

1. Keunikan kultur dan latar belakang musisi jadi daya tarik paling pasar global

Momen intim di Soundrenaline The Lab, M Bloc Jakarta (17/7). Ruang krusial yang mempertemukan pelaku industri musik lokal dengan profesional internasional demi misi menembus pasar global. (IDN Times/Ilyas Mujib)

Hydhir juga mengatakan, keunikan kultur dan latar belakang seorang musisi dewasa ini sangat krusial. Hal itu jadi daya tarik paling seksi bagi pasar internasional. Karakter yang autentik selalu punya tempat tersendiri di hati para penikmat musik luar negeri.

"Ketika melihat seorang musisi, saya pengin tahu hal yang bikin mereka unik. Bagaimana mereka menyisipkan kisah dari tanah asalnya lewat medium karya musiknya," katanya.

Setali tiga uang, Phuong Le mengagumi keragaman warna musik yang lahir dari rahim industri kreatif Indonesia. Masalahnya, banyak talenta hebat yang masih bingung bagaimana cara memasarkan karya mereka secara profesional ke jaringan yang lebih luas.

"Indonesia memiliki banyak band dan musik yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana menemukan orang yang tepat untuk membantu memperkenalkan karya tersebut lebih luas, termasuk dari sisi bisnis dan jaringan," katanya.

Sementara itu, James Minor mengingatkan agar para musisi tidak mabuk kepayang dengan angka views atau popularitas instan di media sosial. Karier yang langgeng di industri hiburan justru lahir dari kedekatan emosional yang tulus dengan para pendengar.

"Ketika mendapatkan perhatian besar, musisi harus memahami alasan mengapa hal itu terjadi dan bagaimana menerjemahkannya menjadi hubungan yang lebih kuat dengan audiens," tuturnya.

2. Membuka peluang kolaborasi musisi lokal dan global

Momen intim di Soundrenaline The Lab, M Bloc Jakarta (17/7/2026). Ruang krusial yang mempertemukan pelaku industri musik lokal dengan profesional internasional demi misi menembus pasar global. (Dok. Soundrenaline)

Lewat inisiatif segar ini, masa depan skena musik tanah air diharapkan makin cerah dengan terbukanya keran kolaborasi lintas negara.

Sebab di era sekarang, kunci sukses seorang musisi bukan lagi sekadar bikin lagu bagus, melainkan bagaimana mereka pintar berbaur dengan komunitas dan memahami ekosistem bisnisnya.

Ganjalan klasik berupa sulitnya menembus akses industri inilah yang ingin didobrak Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026 lewat program The Lab di M Bloc Space.

Wadah ini dirancang sedemikian rupa sebagai ruang kumpul yang cair bagi para musisi muda, kolektif seni, media, hingga para penikmat musik.

"Berbeda dari panggung pertunjukan musik pada umumnya, program ini mengutamakan interaksi langsung dalam suasana yang lebih intim dan kolaboratif," kata Perwakilan Soundrenaline 2026, Abi Rahadi.

Suasana Soundrenaline Sana Sini Jakarta (Dok. Soundrenaline)

Abi menyayangkan banyaknya talenta jempolan dari berbagai sudut nusantara yang layu sebelum berkembang hanya karena tidak tahu harus mengetuk pintu siapa.

"Sayangnya, banyak dari mereka terkendala akses dan jaringan. Mereka perlu mengetahui harus bertemu siapa dan masuk melalui jalur mana,” ujarnya.

Soundrenaline The Lab hadir sebagai kompas yang mengarahkan langkah karier musisi, bukan sekadar menawarkan jalan pintas menuju popularitas yang semu.

Dikemas dalam empat aktivitas seru, mulai dari Speed Meeting, Talkshow, Listening Session, hingga Networking Night, para musisi bisa memamerkan karya sekaligus mendapat kritik membangun dari para ahlinya di event Soundrenaline The Lab.

Nama-nama pengisi materi yang dihadirkan pun bukan kaleng-kaleng, melainkan mereka yang sudah kenyang asam garam mengelola festival internasional.

Soundrenaline 2026 bukan cuma soal amplifier yang memekakkan telinga atau lautan manusia yang melompat serentak mengikuti ritme bass. Lebih dari itu, festival tahun ini jadi misi membawa musik Indonesia menembus pasar global.

Curated For You

Editorial Team

Related Article