Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gaji Naik atau Waktu Luang Bertambah, Mana yang Dipilih Pria?
ilustrasi percaya diri saat interview (pexels.com/Pavel Danilyuk)
  • Di awal karier, banyak pria lebih memilih kenaikan gaji demi membangun fondasi finansial dan mempercepat perkembangan profesional meski harus mengorbankan waktu pribadi.
  • Seiring bertambah usia, prioritas bergeser karena waktu luang dianggap semakin berharga untuk keluarga, kesehatan, dan keseimbangan hidup dibanding tambahan penghasilan.
  • Pilihan antara gaji tinggi atau waktu luang bergantung pada fase hidup masing-masing pria, dengan kesadaran bahwa keseimbangan keduanya menjadi kunci kualitas hidup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi banyak pria, karier dan penghasilan sering menjadi bagian penting dalam kehidupan. Tidak heran jika kesempatan mendapatkan kenaikan gaji sering dianggap sebagai pencapaian yang layak diperjuangkan, bahkan jika harus dibayar dengan jam kerja yang lebih panjang.

Namun seiring bertambahnya usia dan tanggung jawab, sebagian pria mulai melihat waktu luang sebagai sesuatu yang tidak kalah berharga dibanding uang tambahan. Akibatnya, muncul pertanyaan yang cukup menarik: jika harus memilih, mana yang lebih penting, gaji yang lebih besar atau waktu yang lebih banyak?

1. Di usia muda, kenaikan gaji sering menjadi prioritas

ilustrasi pria memasukkan uang ke dompet (pexels.com/EVG Kowalievska)

Pada awal karier, banyak pria cenderung memilih penghasilan yang lebih tinggi dibanding waktu luang tambahan. Fase ini sering identik dengan membangun fondasi finansial, mengejar pengalaman, dan mempercepat perkembangan karier.

Pendapatan yang lebih besar juga membuka lebih banyak pilihan di masa depan, mulai dari investasi, membeli rumah, hingga membangun dana darurat. Karena itu, tidak sedikit yang rela mengorbankan waktu pribadi demi peluang tersebut.

2. Waktu mulai terasa lebih mahal seiring bertambah usia

ilustrasi me-time (pexels.com/David Kanigan)

Semakin bertambah usia, sebagian pria mulai menyadari bahwa waktu adalah sumber daya yang tidak bisa dikembalikan. Kesempatan berkumpul dengan keluarga, menjaga kesehatan, atau menikmati hobi mulai terasa semakin penting.

Pada fase ini, tambahan pendapatan kadang tidak lagi memberikan kepuasan sebesar sebelumnya. Sebaliknya, memiliki waktu untuk hidup di luar pekerjaan justru mulai menjadi bentuk kemewahan tersendiri.

3. Kenaikan gaji tidak selalu sebanding dengan pengorbanannya

ilustrasi kerja sama kru di rig pengeboran (pexels.com/songqiuju)

Tidak semua kenaikan pendapatan datang tanpa konsekuensi. Tanggung jawab yang lebih besar, tekanan kerja yang meningkat, hingga berkurangnya waktu istirahat sering menjadi bagian dari paket tersebut.

Karena itu, sebagian orang mulai mempertimbangkan apakah tambahan penghasilan benar-benar sepadan dengan waktu dan energi yang harus dikorbankan. Jawabannya tentu bisa berbeda bagi setiap individu.

4. Waktu luang sering memberikan manfaat yang tidak terlihat langsung

ilustrasi pria baca buku (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Memiliki lebih banyak waktu bukan berarti menjadi kurang produktif. Waktu tambahan dapat digunakan untuk berolahraga, mengembangkan kemampuan baru, membangun bisnis sampingan, atau sekadar menjaga hubungan sosial.

Menariknya, aktivitas seperti ini sering memberikan manfaat jangka panjang yang tidak kalah penting dibanding kenaikan gaji itu sendiri. Dalam beberapa kasus, kualitas hidup justru meningkat ketika seseorang memiliki lebih banyak ruang untuk dirinya sendiri.

5. Jawaban terbaik biasanya bergantung pada fase hidup

ilustrasi pria mengalami kebotakan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pria yang sedang membangun karier mungkin akan memilih kenaikan gaji tanpa ragu. Sementara itu, pria yang sudah memiliki stabilitas finansial bisa jadi lebih memilih fleksibilitas waktu dan keseimbangan hidup.

Karena itu, pilihan ini sebenarnya bukan soal mana yang benar atau salah. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan dan prioritas pada fase kehidupan saat ini.

Pada akhirnya, uang dapat membantu membeli kenyamanan, tetapi waktu memberi kesempatan untuk menikmati hasil dari kerja keras tersebut. Banyak pria yang pada suatu titik mulai menyadari bahwa keduanya sama-sama penting dan perlu dijaga keseimbangannya.

Mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukanlah memilih salah satu, melainkan bagaimana membangun kehidupan yang memungkinkan keduanya tumbuh bersama. Karena bagi banyak orang, definisi sukses sering berubah seiring perjalanan hidup yang dijalani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article