Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi naik motor
ilustrasi pria naik motor (pexels.com/Shrinidhi Holla)

Intinya sih...

  • Air hujan bisa bikin rantai cepat aus kalau gak dikeringkan, butuh pelumas minimal seminggu sekali.

  • Air bisa nyelip ke sistem kelistrikan kalau seal udah longgar, periksa dan ganti seal yang keras atau pecah.

  • Lumpur di kolong motor bisa bikin pendinginan mesin gak maksimal, cuci bagian kolong dan sela-sela roda depan secara rutin.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan buat pengendara motor itu bukan cuma soal jas hujan dan jalan licin. Ada hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian, padahal efeknya bisa bikin motor cepat rusak kalau dibiarkan. Air hujan bawa kelembapan, kotoran, dan sisa lumpur yang pelan-pelan bisa “menggerogoti” motor tanpa kamu sadari.

Banyak orang cuma fokus ke cuci motor setelah hujan, tapi perawatan di musim kayak gini sebenarnya lebih dari sekadar bersihin bodi. Ada bagian-bagian penting yang butuh perhatian ekstra biar motor tetap sehat, kuat, dan gak gampang rewel meski kehujanan setiap hari.

1. Air hujan bisa bikin rantai cepat aus kalau gak dikeringkan

ilustrasi servis motor (pexels.com/pexels)

Air hujan nyimpen zat asam yang bisa bikin logam cepat berkarat, dan rantai motor jadi korban paling sering. Begitu kehujanan, banyak pengendara yang langsung parkir tanpa ngelap rantai dulu. Padahal, itu bikin sisa air ngendap dan pelumas rantai hilang pelan-pelan.

Kalau kamu sering jalan di musim hujan, biasain lap rantai dan kasih pelumas ulang minimal seminggu sekali. Gak perlu tiap hari, tapi cukup buat jaga gesekan tetap halus. Soalnya rantai kering bisa bikin suara kasar, tarikan berat, bahkan gampang putus.

2. Air bisa nyelip ke sistem kelistrikan kalau seal udah longgar

ilustrasi kelistrikan motor (pexels.com/pexels)

Kadang motor keliatan baik-baik aja setelah kehujanan, tapi besoknya malah susah nyala. Penyebabnya bisa dari air yang masuk lewat kabel atau soket yang udah longgar. Masalah kecil ini sering disepelein karena gak kelihatan jelas.

Periksa area dekat CDI, aki, atau sambungan kabel yang terbuka. Kalau seal atau pelindung karetnya udah keras dan pecah, segera ganti. Air yang masuk ke sistem kelistrikan bisa bikin korslet halus—gejala yang awalnya cuma bikin lampu redup, tapi lama-lama bisa matiin mesin.

3. Lumpur di kolong motor bisa bikin pendinginan mesin gak maksimal

ilustrasi servis motor (pexels.com/pexels)

Lumpur yang nempel di bawah mesin, cover, atau sekitar radiator (buat motor sport) itu bukan cuma bikin kotor, tapi bisa ngurangin aliran udara ke mesin. Akibatnya, mesin jadi cepat panas dan performa menurun.

Makanya, cuci motor di musim hujan bukan cuma soal kinclong, tapi juga soal jaga sirkulasi udara. Fokus ke bagian kolong dan sela-sela roda depan, karena di situ biasanya lumpur paling banyak ngumpul.

4. Rem gampang kehilangan cengkeraman kalau sering basah

ilustrasi servis motor (pexels.com/andrea)

Air hujan dan pasir halus bisa nempel di cakram atau kampas rem, bikin daya cengkeramnya turun drastis. Kadang kamu baru sadar pas ngerem mendadak dan motor malah meluncur lebih jauh dari biasanya.

Sesekali, semprot bagian cakram dan kaliper dengan air bersih buat buang sisa pasir atau lumpur. Setelah itu, keringkan dengan lap halus. Gak butuh waktu lama, tapi efeknya besar buat jaga respons rem tetap pakem di jalan basah.

5. Lapisan cat dan logam rawan kusam karena air hujan mengandung garam

ilustrasi naik motor (pexels.com/Alexey Demidov)

Air hujan di kota besar cenderung lebih “asam” karena campur dengan polusi udara. Kalau sering dibiarkan kering sendiri, bekas air itu bisa ninggalin noda di bodi dan bikin warna cepat kusam. Bahkan, baut dan bagian logam kecil bisa karatan kalau gak dirawat.

Solusinya simpel: lap motor setelah hujan, dan sesekali pakai cairan pelindung bodi atau wax ringan. Selain bikin tampilan tetap segar, lapisan itu bantu nolak air biar gak mudah nempel dan ninggalin bekas.

Perawatan motor di musim hujan bukan cuma tentang biar gak kotor, tapi tentang mencegah masalah kecil sebelum jadi besar. Air, lumpur, dan kelembapan bisa jadi musuh tersembunyi kalau kamu cuek.

Jadi mulai sekarang, luangin waktu dikit buat ngecek rantai, rem, dan kabel setelah kehujanan. Gak butuh alat mahal, cuma butuh kebiasaan. Karena motor yang dirawat baik di musim hujan biasanya justru yang paling tangguh waktu musim panas datang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team