Di zaman ketika harga naik lebih cepat daripada gaji, cara pria mengelola uang berubah jadi cerminan cara mereka bertahan. Ada yang memilih menahan diri sekuat mungkin, bahkan untuk hal-hal kecil, sementara yang lain justru mengatur pengeluaran besar dengan perhitungan matang. Dua gaya ini terlihat bertolak belakang, tapi sebenarnya sama-sama lahir dari kecemasan yang serupa.
Pilihan antara hemat ekstrem atau boros terencana sering tidak muncul karena gaya hidup semata. Ia hadir dari pengalaman, tekanan, dan bayangan masa depan yang tidak pasti. Uang bukan lagi sekadar alat tukar, tapi peredam cemas yang bentuknya berbeda-beda bagi setiap orang.
