Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perayaan Hari Valentine
ilustrasi perayaan Hari Valentine (pexels.com/freestocks.org)

Intinya sih...

  • Italia menjadi negara pertama yang merayakan Hari Valentine

  • Santo Valentinus, imam zaman Romawi yang melanggar aturan demi memperjuangkan cinta dan kasih menjadi awal mula Hari Valentine dirayakan

  • Italia menjadi daya tarik wisatawan yang ingin merayakan Hari Valentine karena sejarahnya berawal dari sini

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hari Valentine sudah mendunia dan dirayakan oleh banyak orang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, apakah kamu pernah kepikiran negara pertama yang merayakan Hari Valentine itu di mana? Hari Valentine memang menyimpan sejarah yang menarik untuk disimak, termasuk asal-usul negara yang pertama kali merayakannya.

Jika kamu menyangka bahwa Hari Valentine itu berasal dari Amerika Serikat karena sering muncul di film-film barat, ternyata kamu salah, bro. Nah, biar makin jelas, kamu bisa simak penjelasan negara mana yang pertama kali merayakan Hari Valentine di bawah ini. Lengkap juga dengan sejarah dan asal-usulnya. Jadi, simak baik-baik penjelasannya ya, bro!

1. Italia menjadi negara pertama yang merayakan Hari Valentine

ilustrasi pemandangan di Kota Roma, Italia (pexels.com/Hernan Berwart)

Italia merupakan negara yang pertama kali merayakan Hari Valentine. Ini berawal pada 1.500 tahun lalu, tepatnya saat kekaisaran Romawi Kuno berkuasa. Awalnya, bangsa Romawi melakukan festival bernama Lupercalia setiap 13-15 Februari. Festival ini didedikasikan untuk Faunus, dewa pertanian, serta Romulus dan Remus, pendiri Roma.

Tujuannya adalah meminta kesuburan serta menangkal roh jahat dengan mengorbankan kambing dan anjing. Bertahun-tahun tradisi ini berjalan, pada abad ke-5 masehi, Paus Gelasius berusaha menggantikan Lupercalia dengan tradisi yang lebih dekat dengan Kekristenan. Dia menyatakan pada 14 Februari merupakan Hari Valentine untuk memperingati kisah Santo Valentinus yang tragis sekaligus menggabungkan semangat tradisi Lupercalia.

2. Santo Valentinus, imam zaman Romawi yang melanggar aturan demi memperjuangkan cinta dan kasih menjadi awal mula Hari Valentine dirayakan

ilustrasi perayaan Hari Valentine (pexels.com/RDNE Stock project)

Kisah Santo Valentinus menarik untuk diikuti sebagai awal mula Hari Valentine dirayakan. Santo Valentinus merupakan imam yang hidup di masa pemerintahan Kaisar Claudius II. Kaisar ini, melarang seluruh prajurit Roma untuk menikah dengan alasan prajurit yang tidak menikah lebih tangguh daripada prajurit yang memiliki istri dan keluarga. Namun, Santo Valentinus tidak setuju dan diam-diam menikahkan pasangan Kristen yang ingin hidup dalam janji suci pernikahan.

Mengetahui hal itu, Kaisar Claudius II menangkap Santo Valentinus untuk dikurung dan dihukum mati karena melanggar perintah. Sebelum dieksekusi, Santo Valentinus kabarnya sempat menyembuhkan putri penjaga penjara melalui doa. Kemudian sebelum dieksekusi, Santo Valentinus menuliskan surat perpisahan kepada perempuan tersebut dengan tanda tangan bertuliskan 'From your Valentine' yang kemudian menjadi cikal-bakal penulisan kartu ucapan saat Hari Valentine. Pengorbanan Santo Valentinus demi memperjuangkan cinta dan kasih menjadi awal mula mengapa Hari Valentine dirayakan.

3. Italia menjadi daya tarik wisatawan yang ingin merayakan Hari Valentine karena sejarahnya berawal dari sini

ilustrasi perayaan Hari Valentine (pexels.com/Orhan Pergel)

Ditetapkannya Hari Valentine oleh Paus yang ada di Roma, membuat Italia menjadi negara pertama yang merayakan hari kasih sayang. Tradisi Hari Valentine dari Italia, kemudian didengar oleh orang-orang di seluruh Eropa dan dengan mudah menyebar menjadi tradisi untuk berbagi kasih setiap 14 Februari. Semakin berjalannya waktu, Hari Valentine menyebar ke seluruh dunia lengkap dengan tradisi menuliskan kartu ucapan maupun berbagi kado.

Tak hanya itu, Italia juga menjadi tujuan wisata saat Hari Valentine karena menyimpan sejarah kuat tentang awal mula hari kasih sayang ini. Kabarnya, beberapa gereja di Italia memiliki artefak serta tulang-tulang yang dipercaya milik Santo Valentinus. Ini menjadi daya tarik wisatawan yang kuat untuk datang ke Italia demi semakin memaknai Hari Valentine.

4. Kegiatan yang bisa dilakukan di Italia ketika Hari Valentine tiba

ilustrasi perayaan Hari Valentine (pexels.com/Orhan Pergel)

Di Italia, terutama Roma, saat Hari Valentine tiba biasanya akan diadakan misa khusus di gereja-gereja yang menampung peninggalan Santo Valentinus. Bahkan di Basilika Santa Maria, terdapat layanan tur yang menampilkan tengkorak Santo Valentinus yang dipercaya asli. Tengkorak ini diletakkan di dalam sebuah peti khusus agar bisa dilihat oleh pengunjung.

Selain itu, di kota-kota yang merupakan tempat dulunya Santo Valentinus hidup, sering diadakan berbagai pameran seni, pertunjukkan musik, serta dialog dengan tema cinta dan kasih sayang. Tak hanya itu, wisatawan yang menghabiskan Hari Valentine di Italia juga bisa menikmati berbagai makanan tradisional, pertunjukan sastra, hingga menonton film tentang cinta untuk merayakannya. Tak heran Italia menjadi salah satu tujuan wisatawan yang ingin merayakan Hari Valentine.

Italia sebagai negara pertama yang merayakan Hari Valentine memang menjadi tujuan yang seru untuk dikunjungi. Setelah tahu seluk-beluknya, kini kamu bisa lebih berwawasan dalam memahami dan merayakan Hari Valentine, bukan? Jadi, apa agendamu di Hari Valentine tahun ini, bro?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team