Cover album Bisa Meledak dari Sukses Lancar Rejeki (Dok. Istimewa)
Selanjutnya ada Nuran Wibisono, jurnalis dari Tirto yang juga dikenal sebagai seorang penulis buku. Nuran memilih album Bisa Meledak dari band fenomenal, Sukses Lancar Rejeki. Apa yang menjadi alasannya? Berikut penjelasannya:
Ada banyak band dan musisi yang merilis album asyik di 2025. Rrag, The Caroline’s, Dongker feat Jason Ranti, Nyoman Paul, Sajama Cut, Perunggu, Hindia, Jo Soegono, Negatifa, hingga Silampukau (yang konon satu album terdiri dari tiga bagian, dan baru dua yang dirilis).
Namun, dari semua album, baik EP maupun LP, yang dirilis pada 2025, mungkin yang paling favorit bagi saya adalah Bisa Meledak, album perdana dari band Sukses Lancar Rejeki. Saya bukan orang yang rutin mendengarkan musik punk rock. Namun, bagi kuping awam ini musik dari trio yang masih berusia belasan ini terasa begitu akrab, tidak pretensius, dan membuat kita mengenang perasaan-perasaan yang meluap ketika berusia sama seperti mereka.
Secara lirik, apa yang mereka tulis mungkin terasa “remeh” dan sedekat urat nadi. Tapi itu yang membuat mereka terasa segar. Sejenak kita bisa melupakan aneka kisah berat dan rumit ala manusia dewasa. Kita jadi bisa menekuri sekaligus menertawakan berbagai peristiwa dan tetenger ala remaja: cepirit, toilet sekolah yang jorok, maling ketangkap di belakang rumah, dilarang belanja oleh emak, hingga bau tidak sedap dari gebetan.
Sebagai album perdana, Bisa Meledak berhasil menghadirkan punk rock energetik yang segar, kekanakan, tapi digarap dengan cukup serius. Memang harus diakui, pendekatan musikal yang terasa “polos”, lengkap dengan jurus-jurus diktat punk rock (durasi pendek, beat cepat, riff sing a long, tiga chords), rawan membuat Sukses Lancar Rejeki tergelincir menjadi klise.
Tetapi, sebagai sebuah band baru dengan personel masih duduk di bangku sekolah, ada ruang dan kesempatan besar untuk melakukan berbagai peningkatan, baik secara musik, sound, maupun penulisan lirik. Album perdana mereka (dan gigs yang semakin sering, thus mengasah jam terbang mereka sebagai sebuah band dengan penampilan live yang kuat) adalah sebuah titik pijak yang kokoh untuk masuk ke ruang besar itu.