ilustrasi pria bangun tidur (pexels.com/cottonbro studio)
Ramadan sering mengubah jam tidur karena sahur dan aktivitas malam. Kurang tidur memengaruhi hormon lapar seperti ghrelin dan leptin. Akibatnya, rasa lapar meningkat dan kontrol diri menurun.
Kurang tidur juga memperlambat metabolisme dan meningkatkan keinginan makan makanan tinggi gula. Ini memperparah pola makan berlebihan saat berbuka. Dalam jangka dua minggu saja, efeknya sudah terasa signifikan.
Kenaikan berat badan di minggu kedua Ramadan bukan misteri. Itu hasil kombinasi adaptasi tubuh, balas dendam kalori, minuman manis, kurang gerak, dan tidur yang berantakan. Tanpa sadar, surplus kecil setiap hari bisa menumpuk cepat.
Ramadan tetap bisa jadi momen memperbaiki pola hidup, bukan malah menambah beban timbangan. Kuncinya ada pada kontrol porsi, batasi gula, tetap aktif, dan jaga kualitas tidur. Jadi, mau lanjut pola “balas dendam” atau mulai atur strategi dari sekarang?