Akhir Ramadan sering menghadirkan suasana yang sedikit berbeda dibanding awal puasa. Energi mulai menurun, jam tidur semakin berantakan, dan rutinitas sahur terasa lebih sederhana. Pada fase ini, banyak pria tiba-tiba terlihat lebih akrab dengan dapur, terutama ketika berhadapan dengan satu menu legendaris: mi instan.
Fenomena ini sebenarnya cukup relatable di banyak rumah. Ketika waktu sahur semakin singkat dan rasa malas mulai muncul, mi instan seolah menjadi penyelamat yang selalu siap hadir. Menariknya, momen ini sering membuat pria yang biasanya jarang memasak justru terlihat semangat berada di depan kompor. Kalau diperhatikan lebih dekat, ada beberapa alasan menarik di balik kebiasaan ini. Yuk simak penjelasannya!
