ilustrasi nongkrong di cafe (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Minim foto bukan berarti tidak menghargai kebersamaan. Banyak pria justru menyimpan momen penting dalam bentuk cerita yang diingat lama. Mereka mungkin tidak memposting, tapi tetap mengenang.
Kalau ada acara spesial seperti ulang tahun atau perpisahan, biasanya tetap ada dokumentasi. Hanya saja untuk nongkrong biasa, mereka merasa tidak selalu perlu. Prioritasnya tetap pada kualitas waktu bersama.
Kebiasaan pria nongkrong tanpa banyak foto bukan berarti tidak seru atau tidak solid. Itu lebih soal cara menikmati momen yang berbeda. Ada yang suka mengabadikan, ada juga yang lebih suka merasakan langsung tanpa perantara kamera.
Selama kebersamaan tetap hangat dan komunikasi lancar, dokumentasi hanyalah bonus. Pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa banyak foto yang diambil, tapi seberapa dalam koneksi yang terbangun.