Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ketika Teddy Adhitya Menemukan Teduh di Tengah Riuh Lewat Sombar
Foto profil Teddy Adhitya (Foto: ygksm)
  • Teddy Adhitya merilis single baru berjudul “Sombar”, terinspirasi dari bahasa Ambon yang berarti tempat teduh, menggambarkan ketenangan di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.
  • Lagu ini ditulis bersama Matter Mos dan menjadi refleksi tentang kehadiran yang menenangkan, menggambarkan sosok yang mampu memberi ruang aman tanpa harus memperbaiki segalanya.
  • Dalam “Sombar”, Teddy menampilkan sisi musikal baru dengan nuansa produksi halus dan atmosferik, memadukan vokal hangat serta lirik penuh metafora bayangan sebagai simbol perlindungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Teddy Adhitya kembali dengan karya terbarunya, sebuah single terbaru yang diberi judul “Sombar”. Lagu yang berbicara tentang menemukan teduh ketika segala sesuatu di sekitar terasa bergerak terlalu cepat.

“Sombar” berasal dari bahasa Ambon, bagian dari akar budaya dan warisan keluarga Teddy. Dalam penggunaan sehari-hari, kata ini merujuk pada teduh atau tempat berteduh. Sebuah kata yang sederhana namun sarat makna, tentang perlindungan dan ruang yang memungkinkan seseorang berhenti sejenak untuk bernapas lebih pelan.

1. Cerita tentang lagu Sombar

Ditulis bersama Matter Mos, “Sombar” berkembang menjadi refleksi tentang kehadiran yang menenangkan. Lagu ini berbicara tentang seseorang yang mampu meredakan kegaduhan di dalam kepala kita. Bukan sosok yang datang untuk memperbaiki segalanya, melainkan yang cukup hadir dan menemani.

"Dalam tafsir lain, “Sombar” juga dapat dibaca sebagai kisah tentang mencintai seseorang yang menyimpan badai di dalam dirinya. Tentang memilih untuk tetap tinggal dan menjadi teduh bagi mereka yang sedang berjuang dengan gejolak yang tak selalu terlihat," ujar Teddy dalam keterangan resminya.

2. Memperlihatkan sisi baru dari Teddy Adhitya

Foto profil Teddy Adhitya (Foto: ygksm)

Dalam dunia liriknya, metafora bayangan menjadi benang merah. Bayangan di sini bukan sekadar ketiadaan cahaya, melainkan ruang perlindungan yang memungkinkan seseorang beristirahat dari terang yang terlalu menyilaukan. Ia dapat dimaknai sebagai naungan, refleksi, atau kehadiran yang terasa tanpa perlu banyak kata.

Secara musikal, “Sombar” juga memperlihatkan sisi baru dari Teddy Adhitya. Lagu ini menghadirkan palet bunyi yang terasa lebih segar namun tetap intim, memadukan karakter vokal hangat Teddy dengan pendekatan produksi yang halus dan atmosferik. Lanskap suaranya terasa lapang dan menenangkan, seolah memberi ruang bagi pendengarnya untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk yang terus bergerak di luar sana.

Editorial Team