Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria minum latte di pagi hari (pexels.com/Vanessa garcia)
ilustrasi pria minum latte di pagi hari (pexels.com/Vanessa garcia)

Intinya sih...

  • Kopi tubruk dan kandungan kafein alamiKopi tubruk memiliki kadar kafein tinggi yang memberikan efek bertahap namun tahan lama, cocok untuk stamina konsentrasi seharian.

  • Espresso dan efek melek instanEspresso memberikan efek cepat naik namun juga cepat turun, cocok untuk segar dalam waktu singkat namun bisa diimbangi asupan lain.

  • Durasi efek vs intensitas rasaKopi tubruk unggul di durasi efek, tetap terjaga lebih lama tanpa lonjakan berlebihan, cocok untuk fokus stabil bukan cuma melek sesaat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buat kamu yang hidupnya nggak bisa jauh dari kopi, efek “melek”-nya sering jadi pertimbangan utama. Mau itu buat kerja, nyetir jauh, atau sekadar ngejar deadline, pilihan kopi terasa krusial. Dua jenis yang sering dibandingkan adalah kopi tubruk dan espresso.

Sekilas, espresso terlihat lebih kuat karena rasanya pekat. Tapi kopi tubruk juga terkenal “nendang” dan bikin mata susah merem. Jadi, mana yang sebenarnya lebih ampuh bikin kamu tetap terjaga?

1. Kopi tubruk dan kandungan kafein alami

ilustrasi pria minum kopi susu di pagi hari (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kopi tubruk dibuat dengan cara paling sederhana, bubuk kopi langsung diseduh air panas tanpa disaring. Karena bubuknya terendam lebih lama, ekstraksi kafein bisa berlangsung lebih maksimal. Ini membuat kadar kafein yang kamu konsumsi relatif tinggi.

Efeknya sering terasa bertahap tapi tahan lama. Kamu mungkin nggak langsung “melek jedar”, tapi fokus bisa bertahan lebih panjang. Cocok buat kamu yang butuh stamina konsentrasi seharian.

2. Espresso dan efek melek instan

ilustrasi pria minum kopi hitam (pexels.com/Thirdman)

Espresso diekstraksi cepat dengan tekanan tinggi, menghasilkan rasa pekat dalam takaran kecil. Sekali teguk, sensasi pahit dan strong langsung terasa. Inilah yang bikin banyak orang merasa espresso lebih “nendang”.

Namun, efeknya cenderung cepat naik dan cepat turun. Kamu bisa langsung segar dalam waktu singkat, tapi beberapa jam kemudian rasa kantuk bisa datang lagi kalau tidak diimbangi asupan lain.

3. Durasi efek vs intensitas rasa

ilustrasi atur frekuensi minum kopi (pexels.com/mart production)

Kalau bicara intensitas rasa, espresso jelas unggul. Rasanya tebal, tajam, dan memberi efek psikologis seolah kafeinnya tinggi. Padahal, secara total kafein, satu gelas kopi tubruk bisa menyamai atau bahkan melampaui espresso.

Kopi tubruk lebih unggul di durasi efek. Kamu tetap terjaga lebih lama tanpa lonjakan berlebihan. Ini penting kalau kamu ingin fokus stabil, bukan cuma melek sesaat.

4. Pengaruh ke lambung dan kenyamanan tubuh

ilustrasi orang bekerja sambil minum kopi (pexels.com/pexels)

Espresso yang sangat pekat bisa terasa keras di lambung, apalagi kalau diminum saat perut kosong. Buat sebagian orang, ini bisa memicu asam lambung atau jantung berdebar. Efek melek memang ada, tapi disertai rasa nggak nyaman.

Kopi tubruk, meski lebih banyak ampas, sering terasa lebih “natural”. Selama takarannya pas, efeknya lebih kalem di tubuh. Kamu tetap terjaga tanpa sensasi terlalu agresif.

5. Cocok untuk kebutuhan yang berbeda

ilustrasi minum saat kerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Espresso cocok buat kamu yang butuh suntikan energi cepat. Misalnya sebelum meeting penting atau saat rasa ngantuk datang tiba-tiba. Praktis dan langsung terasa efeknya.

Kopi tubruk lebih cocok buat kerja panjang atau aktivitas seharian. Efeknya konsisten dan nggak terlalu naik turun. Pilihan ini pas buat kamu yang ingin fokus tahan lama.

Jadi, kalau pertanyaannya mana yang paling ampuh bikin mata melek seharian, kopi tubruk cenderung lebih unggul dari sisi daya tahan efek. Kafeinnya bekerja lebih stabil dan bikin fokus bertahan lama.

Sementara itu, espresso tetap juara untuk efek instan. Pilihan terbaik akhirnya tergantung kebutuhan kamu, mau melek cepat atau melek awet.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team