Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria berinvestasi emas fisik
ilustrasi pria berinvestasi emas fisik (freepik.com/drobotdean)

Intinya sih...

  • Investasi emas fisik dipilih oleh beberapa tipe kepribadian MBTI

  • ISTJ, ISFJ, ESTJ, INTJ, dan ISTP memilih emas fisik karena keamanan, nilai stabil, dan kendali penuh atas aset

  • Emas fisik memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka yang mengutamakan kegunaan nyata dan kesederhanaan dalam kepemilikan aset

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Investasi emas fisik masih menjadi pilihan utama bagi banyak individu yang mengutamakan keamanan jangka panjang. Emas dipandang sebagai aset nyata yang dapat disentuh, disimpan, dan diwariskan tanpa bergantung pada sistem teknologi. Di tengah perkembangan investasi berbasis digital, sebagian orang justru merasa lebih tenang ketika memiliki logam mulia dalam bentuk fisik. Preferensi ini sering kali berkaitan dengan karakter, pola pikir, serta cara memandang risiko.

Kepribadian memiliki peran besar dalam menentukan keputusan finansial, termasuk dalam memilih instrumen investasi. Kerangka kepribadian MBTI sering digunakan untuk memahami kecenderungan seseorang dalam bersikap, berpikir, dan mengambil keputusan. Beberapa tipe kepribadian cenderung menyukai kestabilan, kepastian, dan kendali penuh atas aset yang dimiliki. Emas fisik dianggap mampu memenuhi kebutuhan psikologis tersebut.

Bagi kamu yang penasaran, yuk simak kelima MBTI yang memilih berinvestasi emas fisik daripada digital di bawah ini. Keep scrolling!

1. ISTJ

ilustrasi pria berinvestasi emas fisik (freepik.com/stockking)

Tipe ISTJ dikenal sebagai pribadi yang terstruktur, disiplin, dan sangat menghargai aturan serta kepastian. Dalam urusan investasi, ISTJ cenderung memilih instrumen yang sudah teruji waktu dan memiliki dasar nilai yang jelas. Emas fisik memenuhi kriteria tersebut karena telah digunakan sebagai alat penyimpan nilai selama berabad-abad. Keberadaan emas dalam bentuk nyata memberikan rasa aman dan kontrol penuh atas aset yang dimiliki.

Selain itu, ISTJ memiliki kecenderungan untuk menghindari risiko yang tidak terukur. Investasi emas fisik dianggap lebih transparan karena nilainya dapat dipantau secara langsung melalui harga pasar global. Penyimpanan emas di tempat yang aman juga sejalan dengan sifat hati-hati dan perencanaan matang yang dimiliki tipe ini. Ketergantungan pada sistem digital sering kali dipandang sebagai potensi celah risiko yang tidak diinginkan.

2. ISFJ

ilustrasi pria berinvestasi emas fisik (freepik.com/drobotdean)

Kepribadian ISFJ dikenal sebagai sosok yang protektif, setia, dan berorientasi pada keamanan jangka panjang. Dalam konteks keuangan, ISFJ lebih memilih langkah yang memberikan perlindungan nyata terhadap aset dan keluarga. Emas fisik dipandang sebagai bentuk simpanan yang dapat diandalkan dalam berbagai situasi ekonomi. Nilai emas yang relatif stabil memberikan ketenangan batin bagi tipe ini.

Selain faktor keamanan, ISFJ juga menghargai aspek tradisi dan kebiasaan yang telah terbukti. Investasi emas fisik sering kali diwariskan dari generasi ke generasi, menciptakan rasa kesinambungan dan tanggung jawab. Aset fisik yang dapat disimpan secara pribadi dianggap lebih sesuai dengan naluri menjaga dan melindungi. Konsep emas digital yang abstrak sering kali kurang memberikan rasa keterikatan emosional.

3. ESTJ

ilustrasi pria berinvestasi emas fisik (freepik.com/freepik)

Tipe ESTJ memiliki karakter tegas, rasional, dan berorientasi pada hasil nyata. Dalam pengelolaan keuangan, ESTJ cenderung memilih instrumen yang mudah dipahami dan memiliki struktur jelas. Emas fisik menawarkan kejelasan nilai serta kepemilikan yang tidak bergantung pada pihak ketiga. Hal ini sejalan dengan kecenderungan ESTJ untuk memegang kendali penuh atas keputusan finansial.

Kepraktisan juga menjadi pertimbangan penting bagi ESTJ. Meskipun emas fisik memerlukan penyimpanan khusus, proses kepemilikannya dinilai lebih sederhana dibandingkan sistem digital yang melibatkan akun, aplikasi, dan keamanan siber. ESTJ menghargai transparansi dan kepastian hukum dalam kepemilikan aset. Emas fisik dianggap lebih mudah diawasi dan dikelola sesuai dengan prinsip manajemen yang dianut tipe ini.

4. INTJ

ilustrasi pria berinvestasi emas fisik (freepik.com/freepic.diller)

Kepribadian INTJ dikenal sebagai pemikir strategis yang mengutamakan perencanaan jangka panjang. Dalam investasi, INTJ cenderung menganalisis nilai intrinsik suatu aset sebelum mengambil keputusan. Emas fisik dipandang sebagai aset lindung nilai yang mampu bertahan terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi. Kepemilikan emas secara nyata memberikan kepastian terhadap hasil analisis yang telah dilakukan.

Selain itu, INTJ memiliki kecenderungan untuk bersikap mandiri dan tidak bergantung pada sistem yang mudah berubah. Investasi emas digital sering kali terikat pada kebijakan platform dan perkembangan teknologi. Hal tersebut dinilai dapat mengganggu strategi jangka panjang yang telah disusun. Emas fisik memberikan kebebasan lebih besar dalam menentukan waktu simpan dan jual tanpa tekanan eksternal.

5. ISTP

ilustrasi pria berinvestasi emas fisik (freepik.com/diana.grytsku)

ISTP dikenal sebagai pribadi praktis yang mengutamakan fungsi dan efisiensi. Dalam memilih investasi, ISTP lebih tertarik pada aset yang memiliki kegunaan nyata dan dapat dimanfaatkan secara langsung. Emas fisik memenuhi kebutuhan tersebut karena memiliki bentuk konkret dan nilai yang diakui secara luas. Kepemilikan emas dalam genggaman sendiri memberikan kepuasan tersendiri bagi tipe ini.

Selain sifat praktis, ISTP juga cenderung waspada terhadap sistem yang terlalu kompleks. Investasi berbasis digital sering kali melibatkan prosedur teknis yang dianggap tidak perlu. Emas fisik memberikan kesederhanaan dalam kepemilikan dan pengelolaan aset. Bagi ISTP, keamanan bukan hanya soal sistem, tetapi juga tentang kendali langsung atas barang berharga.

Emas fisik memberikan rasa aman, kepastian, dan nilai jangka panjang yang sesuai dengan kebutuhan psikologis tertentu. Memahami kecenderungan kepribadian dapat membantu menentukan strategi investasi yang selaras dengan tujuan dan ketenangan batin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team