Di tengah narasi publik yang sering menggambarkan remaja Indonesia sebagai generasi yang rapuh dan rentan gangguan mental, sebuah eksperimen sosial berbasis sekolah justru menunjukkan temuan sebaliknya, ternyata remaja Indonesia memiliki modal prososial dan sikap empati yang sangat kuat dan bisa dibentuk secara signifikan melalui intervensi sederhana di lingkungan sekolah.
Program CekTemanSebelah 2.0: “Laporkan Kebaikan Teman”, yang diinisiasi oleh Health Collaborative Center (HCC), dengan Ketua Tim Eksperimen sekaligus Ketua HCC Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH bersama Direktur Eksekutif HCC Bunga Pelangi, MKM,, telah membuktikan bahwa perilaku melaporkan kebaikan teman (tootling) secara terstruktur selama 10 hari mampu meningkatkan empati dan sikap prososial remaja secara signifikan.
