ilustrasi keluarga (pexels.com/August de Richelieu)
Inti dari Lebaran adalah silaturahmi dan kebahagiaan bersama. Bukan tentang siapa yang paling sukses atau paling mapan. Jika dipahami dengan benar, tekanan itu sebenarnya bisa dikurangi.
Menjalani Lebaran dengan tenang dan apa adanya justru lebih bermakna. Tidak perlu memaksakan diri demi ekspektasi orang lain. Yang penting adalah keikhlasan dan kebersamaan.
Kemapanan bukan kewajiban yang harus dicapai sebelum Lebaran. Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda dan tidak bisa disamakan. Tekanan sosial memang ada, tapi tidak harus selalu diikuti.
Lebaran seharusnya jadi momen untuk menikmati kebersamaan, bukan ajang pembuktian diri. Jadi, jalani saja sesuai kemampuan dan prosesmu. Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang terlihat mapan, tapi benar-benar stabil.