ilustrasi pria memakai jam tangan (pexels.com/Jeffrey Paa Kwesi Opare)
Manusia memang suka mencari makna dari hal-hal kecil. Dari gaya berpakaian sampai aksesori, semuanya sering dikaitkan dengan sifat tertentu. Namun tidak semua simbol punya dasar ilmiah yang kuat untuk menilai karakter.
Kepribadian jauh lebih kompleks daripada sekadar kebiasaan memakai jam di tangan kanan atau kiri. Menghakimi seseorang dari detail kecil justru menunjukkan kecenderungan kita untuk terlalu cepat menyimpulkan. Jadi, posisi jam tangan bukan penentu keras kepala atau tidaknya seseorang.
Cowok yang memakai jam tangan di kanan bukan otomatis pribadi yang keras kepala. Dalam banyak kasus, alasannya lebih sederhana: kenyamanan, kebiasaan, atau tuntutan aktivitas. Mengaitkan hal kecil dengan karakter besar sering kali hanya mitos yang terus berulang tanpa dasar kuat.
Sebelum menilai seseorang dari detail sepele, lebih baik kenali sikap dan perilakunya secara langsung. Karena pada akhirnya, karakter tidak bisa diukur dari pergelangan tangan.