Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria memakai jam tangan di kanan (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi pria memakai jam tangan di kanan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Intinya sih...

  • Mitos: pakai jam di kanan berarti pribadi dominanSebagian orang mengaitkan tangan kanan dengan sifat tegas dan agresif. Padahal itu generalisasi yang terlalu jauh.

  • Fakta: banyak orang kidal memilih tangan kananOrang yang kidal sering memakai jam di tangan kanan supaya tangan dominannya lebih bebas bergerak.

  • Mitos: berbeda dari kebiasaan umum berarti ingin terlihat bedaTidak semua orang peduli pada standar umum. Beberapa hanya mengikuti kebiasaan sejak lama tanpa pernah memikirkan citra apa pun.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada saja teori liar yang muncul dari kebiasaan kecil. Salah satunya: cowok yang pakai jam tangan di tangan kanan dianggap lebih keras kepala, dominan, atau susah diatur. Serius, hanya karena posisi jam? Manusia memang hobi sekali menyimpulkan karakter dari hal remeh.

Sebelum kamu mulai menilai kepribadian orang dari pergelangan tangannya, mari kita pisahkan mana mitos dan mana fakta.

1. Mitos: pakai jam di kanan berarti pribadi dominan

ilustrasi jam tangan di kanan (pexels.com/Kurchakto)

Sebagian orang mengaitkan tangan kanan dengan sifat tegas dan agresif. Jadi kalau ada pria memakai jam di kanan, langsung dicap keras kepala.

Padahal itu generalisasi yang terlalu jauh. Dominan atau tidaknya seseorang dibentuk oleh banyak faktor, bukan lokasi jam yang melingkar di tangan.

2. Fakta: banyak orang kidal memilih tangan kanan

ilustrasi jam tangan digital (pexels.com/Kaboompics)

Orang yang kidal sering memakai jam di tangan kanan supaya tangan dominannya lebih bebas bergerak. Ini soal kenyamanan dan fungsi, bukan soal karakter.

Jadi kalau kamu melihat pria pakai jam di kanan, kemungkinan besar alasannya sederhana: dia kidal atau merasa lebih nyaman begitu.

3. Mitos: berbeda dari kebiasaan umum berarti ingin terlihat beda

ilustrasi pria melihat jam tangan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Karena mayoritas orang memakai jam di tangan kiri, yang berbeda sering dianggap “sengaja cari perhatian”.

Faktanya, tidak semua orang peduli pada standar umum. Beberapa hanya mengikuti kebiasaan sejak lama tanpa pernah memikirkan citra apa pun.

4. Fakta: faktor kebiasaan dan pekerjaan lebih berpengaruh

ilustrasi pria melihat jam (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Beberapa profesi atau aktivitas membuat orang lebih nyaman memakai jam di tangan tertentu. Misalnya, jika tangan kiri sering digunakan untuk aktivitas berat, jam dipindah ke kanan agar tidak mudah terbentur.

Itu keputusan praktis. Tidak ada hubungannya dengan keras kepala atau sifat dominan.

5. Mitos: posisi jam mencerminkan kepribadian

ilustrasi pria memakai jam tangan (pexels.com/Jeffrey Paa Kwesi Opare)

Manusia memang suka mencari makna dari hal-hal kecil. Dari gaya berpakaian sampai aksesori, semuanya sering dikaitkan dengan sifat tertentu. Namun tidak semua simbol punya dasar ilmiah yang kuat untuk menilai karakter.

Kepribadian jauh lebih kompleks daripada sekadar kebiasaan memakai jam di tangan kanan atau kiri. Menghakimi seseorang dari detail kecil justru menunjukkan kecenderungan kita untuk terlalu cepat menyimpulkan. Jadi, posisi jam tangan bukan penentu keras kepala atau tidaknya seseorang.

Cowok yang memakai jam tangan di kanan bukan otomatis pribadi yang keras kepala. Dalam banyak kasus, alasannya lebih sederhana: kenyamanan, kebiasaan, atau tuntutan aktivitas. Mengaitkan hal kecil dengan karakter besar sering kali hanya mitos yang terus berulang tanpa dasar kuat.

Sebelum menilai seseorang dari detail sepele, lebih baik kenali sikap dan perilakunya secara langsung. Karena pada akhirnya, karakter tidak bisa diukur dari pergelangan tangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team