Sejak lama, banyak pria diajarkan bahwa menangis adalah tanda kelemahan. Apalagi kalau air mata keluar hanya karena menonton film sedih, sering dianggap berlebihan atau tidak maskulin. Stigma ini membuat banyak pria menahan emosi meski hatinya sebenarnya tersentuh.
Padahal secara psikologis, respons emosional terhadap cerita menyentuh adalah hal yang sangat manusiawi. Menangis bukan soal lemah atau kuat, tapi tentang bagaimana otak dan perasaan memproses empati. Yuk, kita bongkar mana yang mitos dan mana yang fakta.
