Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria memakai kemeja putih (pexels.com/Ivan Samkov)
ilustrasi pria memakai kemeja putih (pexels.com/Ivan Samkov)

Intinya sih...

  • Ngantor memberi kestabilan finansial, tunjangan, dan fasilitas tertentu untuk penghasilan rutin.

  • Usaha memberi kontrol penuh terhadap arah, produk, dan strategi tanpa menunggu persetujuan atasan.

  • Ngantor memberi jaringan dan pengalaman terstruktur dari sistem, mentor, dan tim yang sudah mapan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di era modern, banyak pria muda menghadapi dilema klasik: apakah tetap ngantor atau memulai usaha sendiri? Pilihan ini tidak hanya soal uang, tapi juga fleksibilitas, risiko, dan gaya hidup.

Kedua opsi punya kelebihan dan kekurangan yang nyata. Agar tidak salah langkah, kamu perlu memahami konsekuensi praktis dan teknis dari masing-masing jalan.

1. Ngantor memberi kestabilan finansial

ilustrasi pria duduk tegak (pexels.com/cottonbro studio)

Pekerjaan tetap memberikan penghasilan rutin, tunjangan, dan fasilitas tertentu. Ini membuat perencanaan hidup lebih mudah dan risiko finansial lebih terkendali.

Secara teknis, kestabilan ini memungkinkan kamu mengatur tabungan, investasi, dan dana darurat dengan lebih jelas. Risiko gaji tertunda atau kerugian besar hampir tidak ada.

2. Usaha memberi kontrol penuh

ilustrasi bisnis street food (pexels.com/Clem Onojeghuo)

Memulai usaha memberi kamu kebebasan menentukan arah, produk, dan strategi. Kamu bisa mengeksekusi ide tanpa harus menunggu persetujuan atasan.

Namun, kebebasan ini datang dengan risiko lebih besar. Pendapatan tidak pasti dan keputusan yang salah bisa berdampak langsung pada keuangan pribadi.

3. Ngantor memberi jaringan dan pengalaman terstruktur

ilustrasi orang bekerja sambil minum kopi (pexels.com/pexels)

Bekerja di perusahaan memungkinkan kamu belajar dari sistem, mentor, dan tim yang sudah mapan. Pengetahuan ini bisa menjadi modal penting di masa depan.

Secara teknis, pengalaman ini meningkatkan skill acquisition yang terukur. Kamu juga membangun relasi profesional yang bisa bermanfaat jika memutuskan buka usaha nanti.

4. Usaha menuntut manajemen risiko tinggi

ilustrasi bisnis street food (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)

Buka usaha berarti semua tanggung jawab ada di tangan kamu. Kamu harus mengelola arus kas, pemasaran, stok, dan operasional sekaligus.

Tanpa perencanaan matang, tekanan ini bisa menguras energi. Namun, jika dikelola baik, risiko yang tinggi bisa berbanding lurus dengan potensi keuntungan.

5. Keseimbangan bisa dicapai dengan start sampingan

ilustrasi pria membawa tas (pexels.com/Andrew Neel)

Tidak harus langsung keluar dari kantor untuk memulai usaha. Kamu bisa memulai bisnis sampingan, sambil tetap bekerja.

Pendekatan ini memberi keamanan finansial sekaligus pengalaman praktis. Dengan side hustle, kamu bisa menguji pasar sebelum mengambil keputusan besar.

Ngantor atau buka usaha bukan soal benar-salah, tapi soal prioritas dan kesiapan. Setiap pilihan punya konsekuensi nyata.

Jika kamu menimbang risiko, fleksibilitas, dan kapasitas diri, keputusan akan lebih rasional. Start kecil sambil belajar bisa jadi jalan tengah yang paling realistis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team