Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-28 at 19.24.20.jpeg
Suasana konferensi pers single Judika - Terpikat Pada Cinta (Dok. Semesta Records)

Intinya sih...

  • Melinda E. dan Jelmaan Merpati: Dari puisi ke lagu

  • Lirik "Terpikat Pada Cinta" diambil dari puisi Melinda E. yang diterjemahkan ke dalam bentuk lagu tanpa menghilangkan ruh sastra.

  • Warna baru Judika: Folk, intim, dan jujur

  • "Terpikat Pada Cinta" hadir dengan nuansa folk yang lebih intim dan hangat, memberi ruang bagi kekuatan lirik dan emosi cerita.

  • Judika menyebut lagu ini sebagai tantangan emosional karena harus menyampaikan dua rasa dalam satu lagu: jatuh cinta dan patah hati.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki awal tahun 2026, Judika kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Terpikat Pada Cinta”, sebuah single yang bukan hanya menawarkan warna musikal berbeda, tetapi juga mempertemukan dunia musik populer dengan sastra Indonesia kontemporer. Peluncuran single ini dilaksanakan pada Rabu (28/1/2026) di Padel 5ive, Gedung Eks. Goro, BeLoft BULOG Business District, Jl. Kirana Avenue, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Diproduksi oleh Semesta Records bersama PT Dua Anak Deo, serta diproduseri oleh Rian Ekky Pradipta dan Dawairama, "Terpikat Pada Cinta" menjadi penanda eksplorasi artistik baru dalam perjalanan karier Judika. Namun, lebih dari itu, lagu ini menempatkan sosok Melinda E. sebagai pusat cerita, seorang penulis muda berbakat yang puisinya kini hidup dalam balutan musik dan vokal emosional Judika.

1. Dari puisi ke lagu: Melinda E. dan jelmaan merpati

Foto profil Judika (Dok. Judika)

Melinda E. dikenal sebagai penulis muda yang karyanya lahir dari perenungan personal, pengalaman batin, serta pencarian makna cinta dan kehidupan. Ia adalah penulis buku kumpulan puisi Jelmaan Merpati, sebuah karya sastra yang memotret cinta bukan sekadar sebagai romansa, melainkan sebagai ruang refleksi, luka, harapan, dan keteguhan hati.

Lirik “Terpikat Pada Cinta” diambil dan dikembangkan dari salah satu puisi yang termuat dalam buku Jelmaan Merpati. Puisi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk lagu tanpa menghilangkan ruh sastra yang menjadi napas utamanya. Kata-kata yang awalnya hadir dalam sunyi halaman buku, kini menjelma menjadi nyanyian yang dapat dirasakan oleh jutaan pendengar.

“Aku menulis tentang cinta apa adanya, tidak selalu indah, tapi jujur. Saat puisiku dibaca Kak Rian dan kemudian dipertemukan dengan suara Bang Judika, rasanya seperti puisinya menemukan rumah baru,” ungkap Melinda E. tentang proses kreatif lagu ini.

Bagi Melinda E., "Terpikat Pada Cinta" juga menjadi momen penting dalam perjalanannya sebagai penulis, karena untuk pertama kalinya karyanya dinyanyikan oleh penyanyi dengan jangkauan pendengar yang sangat luas.

“Sejak lama aku mengagumi suara Bang Judika. Ini seperti mimpi yang pelan-pelan menjadi nyata,” tambahnya.

2. Warna baru Judika: Folk, intim, dan jujur

Berbeda dari karya-karya Judika sebelumnya yang identik dengan pop ballad megah, "Terpikat Pada Cinta" hadir dengan nuansa folk yang lebih intim dan hangat. Menurut Rian Ekky Pradipta, pilihan genre ini memang disengaja untuk memberi ruang bagi kekuatan lirik dan emosi cerita.

“Puisi Melinda sangat jujur dan reflektif. Kami merasa pendekatan folk adalah medium yang paling tepat agar pesan lagunya sampai tanpa berlebihan,” jelas Rian.

Ia menambahkan, proses workshop, penyesuaian nada dasar, hingga aransemen dilakukan secara detail untuk tetap menjaga karakter vokal Judika sekaligus menghadirkan rasa baru.

Judika sendiri menyebut lagu ini sebagai tantangan emosional.

“Aku harus menyampaikan dua rasa dalam satu lagu: jatuh cinta dan patah hati. Semua itu ada di liriknya. Ini bukan lagu yang sulit secara teknis, tapi sangat menantang secara rasa,” kata Judika.

Ia juga mengungkapkan kepercayaannya kepada Rian sebagai produser.

“Aku benar-benar menyerahkan lagu ini sepenuhnya ke Rian. Rasanya seperti pindah rumah, tapi dengan suasana yang menyenangkan,” ujarnya.

Editorial Team