Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Perbedaan Gaya Nobar Piala Dunia Generasi 90-an vs Gen Z
ilustrasi menonton sepak bola (pexels.com/Patricia Bozan)
  • Generasi 90-an lebih suka nobar di tempat sederhana yang menonjolkan kebersamaan, sedangkan Gen Z memilih lokasi estetik yang cocok untuk konten media sosial.
  • Perangkat menonton juga berbeda: generasi 90-an mengandalkan TV, sementara Gen Z lebih nyaman dengan gawai dan streaming online.
  • Dalam hal gaya, generasi 90-an memakai jersey sebagai identitas tim favorit, sedangkan Gen Z menjadikannya bagian dari fashion agar tampil estetik saat nobar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nobar Piala Dunia menjadi ritual seru setiap diadakannya event sepak bola terbesar tiap empat tahun sekali ini. Namun, kebiasaan nobar ternyata telah bergeser dan menimbulkan perbedaan unik antara generasi 90-an dan Gen Z. Mereka memiliki kebiasaan nobar Piala Dunia yang berbeda sesuai dengan perkembangan zamannya.

Perbedaan ini menarik banget buat disimak, apalagi bagi para cowok yang sedang ingin menyambut euforia Piala Dunia. Sehingga bisa saling menyesuaikan antara dua generasi yang punya kenyamanan masing-masing dalam menonton Piala Dunia. Mau tahu apa saja perbedaan nobar Piala Dunia ala cowok generasi 90-an vs Gen Z? Cek perbedaannya di bawah ini ya, bro!

1. Lokasi nobar generasi 90-an mengutamakan kebersamaan sedangkan Gen Z suka tempat estetik

ilustrasi menonton sepak bola (pexels.com/Vitaly Gariev)

Lokasi nobar menjadi salah satu faktor penting serunya menonton Piala Dunia. Generasi 90-an cenderung lebih memilih tempat yang mengutamakan kebersamaan dengan teman-teman untuk nobar. Mereka bisa nobar di warung kopi dekat rumah, bahkan nobar di salah satu rumah teman agar terasa lebih intim.

Sedangkan Gen Z, lebih suka nobar di tempat yang estetik dan cocok untuk sekalian dijadikan konten media sosial. Bagi mereka, esensi menonton Piala Dunia bukan sekadar membela tim bola favorit, tetapi juga membutuhkan vibe yang bisa memberikan pengalaman visual seru. Tak hanya kebersamaan dengan teman, tetapi lokasi menjadi faktor penting untuk Gen Z nobar Piala Dunia.

2. Perangkat menonton Piala Dunia generasi 90-an berupa TV, sedangkan Gen Z lebih suka pakai gawai

ilustrasi menonton sepak bola (pexels.com/Bảo Minh)

Generasi 90-an tumbuh di era menonton pertandingan olahraga melalui siaran TV. Sehingga ketika nobar Piala Dunia, mereka juga cenderung menonton melalui siaran TV. Generasi 90-an bisa menikmati momen-momen diskusi para pengamat bola sebelum pertandingan dimulai hingga menikmati kuis interaktif yang biasanya muncul di siaran TV sebelum pertandingan dimulai.

Sedangkan Gen Z tumbuh di era teknologi gawai sudah semakin berkembang dan menjadi bagian dalam hidup. Mereka bahkan mungkin sudah tak menyentuh TV sebagai sumber hiburan sehari-hari. Sehingga, ketika nobar pun Gen Z akan lebih suka dengan hal yang berbau teknologi. Menonton di gawai masing-masing bersama teman-teman daring mereka, hingga memanfaatkan proyektor dengan live streaming melalui internet menjadi pilihan yang lebih nyaman untuk mereka nobar Piala Dunia.

3. Generasi 90-an suka melihat momen krusial dalam pertandingan, sedangkan Gen Z lebih santai karena bisa melihat highlight di media sosial

ilustrasi menonton sepak bola (pexels.com/JESHOOTS.com)

Momen-momen krusial sering terjadi dalam sepak bola yang bahkan tidak bisa ditebak kapan akan terjadi. Generasi 90-an tidak ingin melewatkan momen ini sehingga mereka akan fokus menonton jalannya pertandingan dengan seksama. Karena melihat momen krusial secara langsung seperti terjadinya gol atau pelanggaran berat, bagi mereka merupakan kejutan yang menyenangkan ketika nobar pertandingan bola.

Sedangkan Gen Z cenderung lebih santai dalam menikmati pertandingan bola. Mereka bahkan lebih suka multitasking dengan menonton bola sambil bermain media sosial. Sekadar untuk chat dengan teman atau membalas komentar di media sosial. Bagi mereka, menonton pertandingan bola secara penuh bisa mendatangkan kebosanan. Sehingga harus diselingi dengan membuka berbagai aplikasi yang ada di gawai mereka. Ketika terjadi momen krusial dalam pertandingan, mereka tak khawatir. Karena bisa sewaktu-waktu melihat highlight yang bertebaran di media sosial.

4. Generasi 90-an menganggap jersey bola sebagai identitas untuk membela tim favorit, sedangkan Gen Z sebagai fashion

ilustrasi menonton sepak bola (pexels.com/Alex Dos Santos)

Jersey merupakan atribut penting dalam nobar Piala Dunia. Jersey bisa menjadi identitas diri sedang membela tim mana ketika nobar. Cowok generasi 90-an, memakai jersey untuk menunjukkan di tim mana mereka dalam pertandingan. Karena tujuannya sebagai identitas, mereka cenderung tak memusingkan model dan rilisan tahun jersey bola yang dipakai.

Sedangkan Gen Z, menganggap jersey bisa menjadi bagian dari fashion mereka ketika nobar. Sehingga, jersey bukan sekadar penanda untuk membela suatu tim bola, tetapi Gen Z juga melihat model dan warna jersey untuk dipadukan dengan outfit yang cocok mereka pakai. Sehingga selain untuk membela tim, jersey bisa menjadi penunjang penampilan mereka ketika nobar agar tampil lebih estetik.

Wah, ternyata ada perbedaan gaya nobar Piala Dunia antara cowok generasi 90-an dengan Gen Z ya, bro. Mulai dari tempat nobar hingga jersey, mereka memiliki preferensi masing-masing yang sah-sah saja dilakukan. Kalau kamu termasuk yang suka gaya generasi 90-an atau Gen Z ketika nobar Piala Dunia nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team