Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Perbedaan Sholat Tarawih dan Tahajud, Apa Saja?
ilustrasi shalat tarawih (pexels.com/Muzaffer Ergin)
  • Shalat tarawih hanya dilakukan di bulan Ramadan, sedangkan shalat tahajud bisa dikerjakan setiap malam sepanjang tahun tanpa batas waktu khusus.
  • Perbedaan utama terletak pada jumlah rakaat, waktu pelaksanaan setelah tidur untuk tahajud, serta kebiasaan berjamaah pada tarawih.
  • Rasulullah SAW rutin menjalankan tahajud setiap malam, sementara tarawih hanya tiga kali seumur hidupnya dan memiliki jeda istirahat di antara rakaatnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
setelah perjalanan hijrah ke Madinah

Rasulullah SAW melaksanakan shalat tarawih di Masjid Nabawi secara berjamaah. Jumlah sahabat yang mengikuti semakin banyak sehingga beliau menghentikannya agar tidak memberatkan umat.

kini

Umat Islam menjalankan shalat tarawih hanya pada bulan Ramadan dan shalat tahajud dapat dilakukan setiap malam sepanjang tahun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penjelasan mengenai enam perbedaan antara shalat tarawih dan shalat tahajud yang sama-sama merupakan ibadah sunnah malam bagi umat Islam.
  • Who?
    Umat Islam sebagai pelaksana kedua jenis shalat sunnah, serta Nabi Muhammad SAW yang menjadi teladan dalam pelaksanaannya.
  • Where?
    Shalat tarawih umumnya dilakukan di masjid atau mushalla, sedangkan shalat tahajud biasa dikerjakan secara pribadi di rumah masing-masing.
  • When?
    Shalat tarawih dilaksanakan hanya pada malam bulan Ramadan setelah isya, sementara shalat tahajud dapat dilakukan setiap malam setelah tidur.
  • Why?
    Kedua ibadah ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan sunnah malam dengan tata cara dan waktu yang berbeda.
  • How?
    Shalat tarawih dilakukan berjamaah dengan jumlah rakaat lebih banyak dan diselingi istirahat, sedangkan tahajud dikerjakan sendiri setelah tidur tanpa jeda istirahat di antara rakaatnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Umat Islam diwajibkan melaksanakan shalat fardhu setiap hari. Di sisi lain, shalat sunnah yang dianjurkan banyak juga jenisnya. Ada yang dilakukan pada pagi, siang, maupun di malam hari.

Beberapa jenis shalat sunnah di malam hari yaitu shalat tarawih, tahajud, witir, hajad, serta taubat. Meskipun shalat tarawih dan tahajud sama-sama dikerjakan di malam hari, tentu keduanya tidak sama. Apakah perbedaan sholat tarawih dan tahajud? Mari kita telusuri bersama-sama.

1. Shalat tarawih hanya berlaku di bulan Ramadan

ilustrasi bulan Ramadan (pexels.com/Thirdman)

Bulan Ramadan identik dengan pelaksanaan shalat tarawih di malam hari. Tidak ada shalat tarawih yang dilakukan di luar bulan Ramadan. Di luar bulan Ramadan, shalat malam yang dianjurkan yaitu shalat tahajud dan witir. Shalat tahajud bisa dilakukan setiap hari, meskipun bukan bulan Ramadan.

2. Jumlah shalat tarawih yang lebih banyak

ilustrasi rakaat shalat tarawih (pexels.com/Dibakar Roy)

Jika dibandingkan dengan shalat tahajud, maka shalat tarawih mempunyai jumlah rakaatyang lebih banyak. Shalat tahajud dilakukan minimal dua rakaat dan paling banyak delapan raka'at. Gerakan salam dikerjakan setelah rakaat ke dua atau lipatan dua.

Shalat tarawih sebanyak delapan rakaat dengan dua rakaat salam atau empat rakaat satu kali salam. Setelah shalat tarawih dilanjutkan dengan shalat witir tiga rakaat, sehingga totalnya berjumlah 11 rakaat. Shalat tarawih juga bisa dilakukan sebanyak 20 rakaat dengan dua kali salam, lalu diteruskan dengan shalat witir tiga rakaat.

3. Shalat tahajud harus tidur dahulu

ilustrasi tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Umumnya, shalat tarawih dilaksanakan setelah shalat isya' dan tidak perlu tidur sebelum pelaksanaannya. Shalat tarawih lebih baik dilakukan dengan secara tuma'ninah (tenang sejenak). Delapan rakaat yang tuma'ninah lebih baik dibandingkan dengan 20 rakaat yang tergesa-gesa.

Ciri khas shalat tahajud terletak pada waktu pelaksanaannya. Umat muslim perlu tidur dahulu sebelum mendirikan shalat tahajud, meskipun hanya sebentar. Shalat tahajud dinilai ibadah malam paling utama.

Rasulullah Saw bersabda: "Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat malam (tahajjud)." (H.R. Bukhari)

4. Shalat tarawih dilakukan secara berjamaah

ilustrasi shalat tarawih secara berjamaah (pexels.com/Abid Ali)

Walaupun shalat tarawih dapat dilakukan sendiri di rumah, tetapi lebih afdol berjamaah di masjid atau mushalla. Tujuan shalat tarawih menjalani hubungan antara manusia dengan Allah dan sesama umat muslim lainnya, maka shalat tarawih identik dengan berjamaah. Sedangkan mayoritas ulama menganjurkan shalat tahajud secara sendiri-sendiri di rumah. Nabi Muhammad SAW menjalankan shalat tahajud sendirian setiap malam.

5. Rasulullah melakukan shalat tarawih tiga kali seumur hidupnya

ilustrasi pelaksanaan shalat tarawih (pexels.com/Ikhlas Al Fahim)

Salah satu amalan yang rutin dikerjakan Rasulullah yaitu shalat tahajud. Sepanjang hidup beliau menjalankan shalat tahajud setiap malam. Bahkan beberapa referensi menyebutkan hukum shalat tahajud bagi Nabi Muhammad SAW yaitu wajib, tetapi sunnah bagi umatnya.

Buku berjudul Ensiklopedia Fikih Indonesia 3: Shalat menyebutkan shalat tarawih dilakukan tiga kali selama masa Rasulullah berdasarkan hadits-hadits sahih. Shalat tarawih dikerjakan setelah perjalanan hijrah ke Madinah di masjid Nabawi secara berjamaah.

Namun, semakin hari para sahabat yang mengikuti shalat tarawih semakin bertambah banyak dan ramai. Lalu, kemudian Nabi Muhammad SAW menghentikannya dan para sahabat mengikutinya. Alasan nabi SAW berhenti karena khawatir shalat tarawih diwajibkan dan memberatkan umatnya.

6. Sesi istirahat di sela-sela rakaat shalat tarawih

ilustrasi istirahat pada shalat tarawih (pexels.com/Pir Sümeyra)

Buku berjudul Panduan Shalat bersama Quraish Shihab menjelaskan shalat tarawih berasal dari kata 'tarawih', bentuk jamak dari 'tarwihah', yang berarti istirahat. Pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat shalat tarawih dilaksanakan dalam kurun waktu yang lama, maka setiap dua raka'at ada jeda untuk beristirahat. Di Indonesia, setiap masa istirahat diselingi dengan zikir atau shalawat. Nah, masa istirahat ini tidak ada di shalat tahajud.

Itulah perbedaan shalat tarawih dan tahajud. Setiap shalat sunnah memang mempunyai karakteristik tersendiri. Kita sebagai umat muslim alangkah lebih baik melaksanakannya sesuai kemampuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team