Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria gym
ilustrasi pria gym (pexels.com/William Choquette)

Intinya sih...

  • Musik jedag-jedug penuh energi menandakan tekanan besar yang dihadapi pria

  • Musik rap atau hip-hop intens membantu menyalurkan tekanan dan mengembalikan rasa percaya diri

  • Musik pop energik menunjukkan kebutuhan suasana ringan dan keseimbangan di tengah tekanan

  • Musik tenang atau mellow mencerminkan tekanan emosional yang sedang dihadapi pria

  • Olahraga tanpa musik menandakan keinginan mendengar keheningan dalam masa berat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pilihan musik saat olahraga sering dianggap sekadar selera, padahal bagi pria, ini bisa jadi cermin tekanan yang sedang dia hadapi. Musik adalah cara paling cepat untuk mengatur mood, memompa semangat, atau justru menenangkan kepala yang lagi penuh. Saat tubuh bergerak dan pikiran bekerja bersamaan, playlist yang dipilih sering kali lebih jujur daripada kata-kata.

Yang menarik, lagu-lagu yang dia pilih saat olahraga bisa menggambarkan seberapa berat beban yang sedang ia bawa. Ada yang butuh beat kencang untuk melupakan pikiran, ada yang pilih lagu tenang karena justru sedang terlalu ramai di dalam kepala. Dari musik inilah, terkadang kita bisa membaca kondisi mental yang tidak pernah dia ucapkan.

1. Musik jedag-jedug penuh energi

Ilustrasi seorang pria olahraga (Pexel.com/MART PRODUCTION)

Pria yang pilih lagu-lagu jedag-jedug dengan tempo cepat biasanya sedang menghadapi tekanan besar. Musik keras jadi cara untuk menenggelamkan suara hati dan pikiran yang lagi ribut. Semakin keras lagunya, semakin besar kemungkinan dia butuh distraksi dari sesuatu yang nggak mau dia hadapi.

Namun di balik itu, musik seperti ini juga jadi cara dia memaksakan energi yang sebenarnya lagi turun. Dia butuh dorongan ekstra, bukan untuk olahraga saja, tapi untuk hidupnya. Ini adalah tanda bahwa dia lagi mendorong diri lebih keras dari biasanya.

2. Musik rap atau hip-hop intens

ilustrasi pria mendengarkan lagu (pexels.com/Andrea Piacquadioa)

Pria yang mendengarkan rap bernuansa agresif biasanya sedang dalam fase ingin membuktikan sesuatu. Ada dorongan kuat untuk merasa lebih kontrol, lebih kuat, atau lebih fokus. Ritme cepat dan lirik tajam membantu menyalurkan tekanan yang mungkin tidak bisa dia ungkapkan secara langsung.

Di sisi lain, musik ini juga menunjukkan bahwa dia lagi berusaha mengembalikan rasa percaya diri. Ketika hidup terasa berat, beat yang kuat dan lirik penuh ambisi bisa memberi ruang untuk merasa “gue bisa”. Bukan soal olahraga saja, tapi tentang meyakinkan diri sendiri.

3. Musik pop energik yang ceria

ilustrasi pria gym (pexels.com/Victor Freitas)

Pria yang memilih musik pop ceria saat olahraga biasanya sedang butuh suasana yang lebih ringan. Dia mungkin menjalani hari-hari yang cukup melelahkan, tapi masih bisa mencari hal-hal kecil yang bikin mood naik. Lagu-lagu ini jadi vitamin mental sederhana.

Pilihan ini menandakan bahwa dia mencoba menjaga keseimbangan di tengah tekanan yang tidak terlalu ekstrem. Hidupnya mungkin ramai, tapi dia masih mampu memproses semuanya dengan stabil. Musik ceria jadi bentuk self-care yang tidak dia sadari.

4. Musik tenang atau mellow

ilustrasi lari malam (pexels.com/dusanpetkovic)

Pria yang olahraga sambil mendengarkan lagu mellow atau slow sebenarnya sedang menghadapi tekanan yang sifatnya emosional. Musik tenang bukan berarti dia santai—justru sering berarti kepalanya terlalu bising dan butuh suara lembut untuk menenangkan. Ia tidak sedang mengejar adrenalin, tapi ketenangan.

Ini adalah tanda bahwa dia sedang merenungkan banyak hal. Bisa soal pekerjaan, hubungan, atau pencarian arah hidup. Lagu mellow jadi ruang aman agar pikirannya tidak meledak saat tubuh bergerak.

5. Tanpa musik sama sekali

ilustrasi pria gym (pexels.com/Timothy)

Pria yang berolahraga tanpa musik biasanya sedang menjalani masa yang berat tapi butuh keheningan. Dia ingin mendengar napas, langkah kaki, dan suara tubuh sendiri sebagai cara untuk grounding. Tidak ada musik bukan berarti dia santai, justru sering berarti dia penuh dari dalam.

Keheningan ini bisa menandakan bahwa dia sedang berusaha memahami diri sendiri. Banyak beban membuatnya ingin fokus pada satu hal: bertahan. Olahraga tanpa musik adalah bentuk meditasi diam yang paling jujur.

Pilihan musik saat olahraga sebenarnya bukan cuma soal preferensi, tapi juga tentang apa yang sedang terjadi di dalam kepala seorang pria. Dari musik keras hingga lagu tenang, dari beat cepat hingga tanpa suara, semuanya membawa makna yang menggambarkan tekanan yang ia rasakan. Kadang hal ini lebih jujur daripada wajah atau kata-katanya.

Pada akhirnya, musik hanyalah media, tapi refleksi emosinya sangat nyata. Jika seorang pria bisa memilih lagu yang tepat untuk mendukung dirinya saat tertekan, itu tanda bahwa dia sedang berusaha bertahan dengan cara yang paling ia pahami. Dan terkadang, itu sudah lebih dari cukup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team