Potret Profil Rhoma Irama (instagram.com/rhoma_official)
Rhoma Irama mulai menapaki dunia musik sejak era 1960-an dengan membentuk band bernama Gayhand pada 1963. Seiring berjalannya waktu, ia memilih fokus di jalur musik dangdut dan sempat bergabung bersama Orkes Chandra Lekaka. Dari sinilah perjalanan Rhoma sebagai salah satu legenda musik Indonesia perlahan mulai dikenal luas.
Rhoma dikenal sebagai salah satu tokoh penting yang membawa musik dangdut berkembang pesat di Indonesia. Ia sukses memadukan unsur musik Melayu, rock, pop, hingga nuansa India yang menjadi ciri khas berbeda dari musisi lain pada masanya. Tak hanya enak didengar, lagu-lagunya juga banyak mengangkat tema kehidupan, mulai dari cinta, agama, sampai kritik sosial yang dekat dengan masyarakat.
Pada Desember 1970, Rhoma mendirikan grup dangdut bernama Soneta Group yang kemudian menjadi ikon besar di industri musik tanah air. Beberapa tahun setelahnya, tepat pada Oktober 1973, ia memperkenalkan slogan “Voice of Moslem” sebagai bentuk visinya menggabungkan musik Melayu dengan berbagai aliran musik modern. Konsep tersebut membuat karya-karya Rhoma Irama punya warna unik dan mudah dikenali hingga sekarang.
Karier Rhoma Irama semakin bersinar setelah bersama Soneta Group dan menghasilkan banyak karya populer. Sepanjang perjalanannya, ia tercatat telah merilis belasan album yang sukses menarik perhatian penikmat musik dangdut dari berbagai generasi. Sejumlah album terkenalnya antara lain Begadang (1973), Darah Muda (1975), hingga Bujangan (1994) yang masih dikenal luas sampai saat ini.
Tak berpuas diri hanya dengan menjadi penyanyi, Rhoma Irama pun merambah pada dunia akting. Beberapa film yang pernah dibintanginya bahkan sukses besar. Di antaranya adalah Satria Bergitar (1983), Camelia (1979), dan Pengabdian (1984).