Memiliki banyak teman sering dipandang sebagai tanda keterbukaan, kemampuan bersosialisasi, dan kepribadian yang menyenangkan. Dalam kehidupan modern, jejaring pertemanan yang luas kerap diasosiasikan dengan kemudahan akses informasi, peluang karier, serta dukungan sosial yang beragam. Tidak sedikit orang yang merasa bangga ketika mampu menjalin relasi dengan banyak pihak dari latar belakang berbeda.
Di balik relasi yang tampak ramai, terdapat dinamika psikologis dan sosial yang patut dicermati. Banyaknya teman tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas hubungan yang terbangun. Ada kalanya relasi yang terlalu luas justru menyimpan pola perilaku tertentu yang dapat berdampak negatif bagi lingkungan sekitar. Ketika hubungan sosial lebih berfokus pada kuantitas, nilai kepercayaan dan ketulusan berpotensi terabaikan.
Agar tidak terjebak dalam relasi yang merugikan secara emosional, langsung saja simak kelima red flag dari orang yang memiliki terlalu banyak teman di bawah ini. Let’s scroll down!
