Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ruangrima Rilis Satusama: Ketika Pertemuan Tak Butuh Banyak Penjelasan
Foto profil Ruangrima/Rizky Fauzy (Dok. Ruangrima)
  • Ruangrima merilis single terbaru berjudul “Satusama”, lagu bernuansa shoegaze-dreampop dan alternative rock yang menggambarkan pertemuan sederhana namun membekas tanpa banyak kata.
  • Lagu ini ditulis hampir 10 tahun lalu oleh Rizky Fauzy dan baru dirilis setelah menemukan momentum tepat, menghadirkan kesan personal serta refleksi emosional mendalam.
  • “Satusama” menjadi single kedua menuju EP Ruangrima yang direncanakan rilis pada 2026, memperkenalkan karakter musikal mereka yang melankolis, luas, dan intim bagi pencinta musik independen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ruangrima resmi merilis single shoegaze-dreampop/alternative rock terbaru mereka bertajuk “Satusama”, sebuah lagu tentang pertemuan yang datang dengan tenang dan tidak membutuhkan banyak penjelasan.

Lagu ini menjadi lanjutan perjalanan emosional Ruangrima yang semakin mempertegas karakter musikal mereka: melankolis, luas, romantis, namun tetap memiliki energi yang tegas dan modern.

FYI guys, Ruangrima adalah project indie rock-alternative asal Bogor-Jakarta, Indonesia yang dibentuk oleh Rizky Fauzy pada tahun 2012.

Cerita di balik "Satusama"

Artwork single Satusama (Dok. Ruangrima)

Ditulis sebagai refleksi tentang sebuah pertemuan yang terasa sederhana namun membekas, “Satusama” berbicara tentang momen ketika dua manusia saling menemukan ruang yang sama di tengah hiruk pikuk hidup. Bukan tentang cerita cinta yang besar atau dramatis, tetapi tentang rasa familiar yang muncul secara perlahan, seperti perasaan pernah mengenal seseorang bahkan sebelum banyak kata terucap.

Menariknya, “Satusama” sebenarnya ditulis hampir 10 tahun yang lalu dan sempat tersimpan cukup lama sebelum akhirnya menemukan bentuk dan momentum yang tepat untuk dirilis.

"Waktu yang panjang tersebut justru membuat lagu ini terasa semakin personal, seperti membuka kembali fragmen rasa yang ternyata masih hidup hingga hari ini," Rizky Fauzy dalam keterangan tertulisnya.

Nuansa shoegaze-dreampop dan alternative rock tetap terasa kuat

Secara musikal, “Satusama” dibalut dengan progresi chord yang sangat sederhana dan lirik yang minim, memberi ruang besar bagi atmosfer dan emosi untuk berbicara dengan sendirinya. Nuansa shoegaze-dreampop dan alternative rock tetap terasa kuat melalui gitar yang berlapis, ambience vokal yang melayang, serta dinamika yang perlahan membangun kedalaman emosional. Kesederhanaan tersebut justru menjadi inti dari lagu ini, jujur, sunyi, dan terasa dekat.

Melalui “Satusama,” Ruangrima ingin menghadirkan pengalaman mendengar yang terasa intim namun tetap megah secara atmosfer. Sebuah lagu yang tidak hanya ingin didengar, tetapi juga dirasakan dan menemani momen-momen sunyi pendengarnya.

Membangun sebuah perkenalan kepada pencinta musik

Foto profil Ruangrima/Rizky Fauzy (Dok. Ruangrima)

“Satusama” menjadi single kedua Ruangrima setelah sebelumnya merilis “Hujan, Kemana Saja Kau?” pada Januari lalu yang sekaligus membuka arah menuju EP terbaru yang direncanakan rilis pada paruh kedua tahun 2026. Melalui rilisan-rilisan ini, Ruangrima ingin membangun sebuah perkenalan kepada pencinta musik independen tanah air, bukan sekadar kumpulan lagu, tetapi kumpulan perasaan, atmosfer, dan momen yang saling terhubung.

Influences musikal Ruangrima banyak terinspirasi dari berbagai nama dalam skena alternative dan indie global maupun lokal seperti Cocteau Twins, The Cure, The Jesus and Mary Chain hingga rumahsakit dan Pure Saturday.

“Ada pertemuan yang rasanya tenang banget, sampai kata-kata jadi nggak terlalu penting. "Satusama" lahir dari kesederhanaan perasaan itu," ujar Rizky Fauzy.

Editorial Team