Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rezza Anggara coba bedah logika imperial Feng Shui lewat buku
Rezza Anggara coba bedah logika imperial Feng Shui lewat buku. (Dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Rezza Anggara meluncurkan buku "How to Prosper Like Emperors" yang menawarkan perspektif radikal tentang konsep kemakmuran.

  • Buku ini memperkenalkan terobosan berupa efisiensi penerapan dan reharmonisasi dalam menerapkan Feng Shui untuk meningkatkan performa bisnis.

  • Peluncuran buku ini menjadi manifestasi dari visi Anggara Treasures untuk memperluas literasi Feng Shui berbasis Science Imperial di Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-2 Anggara Treasures, Rezza Anggara secara resmi meluncurkan karya literasi terbarunya bertajuk How to Prosper Like Emperors. Karya ini berkaitan dengan Feng Shui.

Buku ini hadir bukan sebagai bacaan motivasi biasa, melainkan sebuah kompendium strategi yang mengadaptasi kebijaksanaan kuno Imperial Feng Shui ke dalam konteks modern.

Lewat buku ini, Rezza mengajak pembaca menyelami pola pikir para kaisar yang menggunakan disiplin ilmu ini sebagai fondasi stabilitas kekuasaan selama berabad-abad.

1. Menawarkan perspektif soal konsep kemakmuran

Rezza Anggara coba bedah logika imperial Feng Shui lewat buku. (Dok. Istimewa)

Dalam karyanya, Rezza menawarkan perspektif yang cukup radikal tentang konsep kemakmuran (prosper). Dia menampik anggapan bahwa kemakmuran hanya berupa harta atau jabatan.

Bagi seorang kaisar, kemakmuran dimulai jauh sebelum hasil itu terlihat yaitu kemampuan membaca aliran energi untuk menentukan momentum pengambilan keputusan.

How to Prosper Like Emperors disusun dengan pendekatan Imperial Feng Shui bukan sebagai klenik, melainkan sebagai alat bantu untuk membaca "wilayah tak terlihat" tersebut. Tujuannya jelas agar setiap keputusan yang diambil selaras dengan ritme alam.

Jika sudah begitu, energi tidak terbuang percuma melawan arus. Buku ini dirancang bagi mereka yang mengedepankan logika dan membutuhkan instrumen tambahan dalam pengambilan keputusan hidup yang krusial.

2. Terobosan berupa efisiensi penerapan dan reharmonisasi

ilustrasi koin-koin feng shui (pexels.com/Abhishek Mehta)

Salah satu terobosan pemikiran yang digarisbawahi dalam buku ini adalah efisiensi penerapan. Berbeda dengan anggapan umum bahwa Feng Shui identik dengan pembongkaran atau renovasi bangunan, Rezza memperkenalkan prinsip "reharmonisasi".

Dia menekankan bahwa perubahan nasib atau peningkatan performa bisnis bisa dicapai melalui penyesuaian strategis yang tidak selalu radikal secara fisik, namun berdampak masif secara energi.

“Seringkali, hambatan terbesar adalah ketidakselarasan (disharmoni) energi di sekitar kita. Yang dibutuhkan hanyalah pemahaman terhadap struktur energi tersebut,” ujar Rezza dalam keterangan resmi.

3. Manifestasi untuk perluas literasi Feng Shui

Ilustrasi Feng Shui (pixabay.com/AlexanderStein)

Peluncuran buku ini menjadi manifestasi dari visi Anggara Treasures untuk memperluas literasi Feng Shui berbasis Science Imperial di Indonesia.

Karya ini diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan sains klasik yang telah teruji zaman dengan kebutuhan masyarakat urban modern yang menuntut rasionalitas, efisiensi, dan keberlanjutan.

Editorial Team