ilustrasi kehadirannya lebih banyak membawa luka (pexels.com/RDNE Stock project)
Tujuan utama menjalin hubungan adalah untuk saling mendukung dan memberi kebahagiaan. Memang tidak ada hubungan yang mulus seratus persen, tapi porsi bahagianya harus lebih banyak daripada sedihnya. Kalau kamu lebih sering menangis atau merasa stres karena ulahnya, buat apa bertahan?
Hubungan yang toksik sering kali membuatmu kehilangan jati diri dan rasa percaya diri. Jika keberadaannya justru menjadi beban mental yang menghambat perkembangan karier atau pergaulanmu, itu adalah alarm keras. Lepaskan dia agar kamu punya ruang untuk menyembuhkan diri dan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Melepaskan seseorang yang pernah berarti memang tidak mudah, tetapi mencintai diri sendiri jauh lebih penting daripada bertahan dalam hubungan yang sudah rusak. Jangan takut memulai lembaran baru karena kamu berhak mendapatkan seseorang yang mampu menghargaimu sepenuhnya. Ingatlah bahwa mengakhiri sesuatu yang buruk adalah langkah awal untuk menjemput kebahagiaan yang jauh lebih baik.