Kebiasaan menjadi people pleaser sering kali dianggap sebagai sikap yang baik karena terlihat peduli dan selalu ingin menyenangkan orang lain. Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini justru bisa membuat seseorang kelelahan secara emosional dan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Banyak orang terjebak dalam pola ini karena takut mengecewakan, takut ditolak, atau ingin selalu diterima di lingkungan sosialnya.
Jika dibiarkan terus-menerus, people pleasing dapat berdampak pada kesehatan mental, relasi, hingga produktivitas. Seseorang bisa merasa tertekan karena terus memprioritaskan kebutuhan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mulai menyadari pola ini dan perlahan belajar menguranginya dengan cara yang sehat dan realistis.
