ilustrasi RDA vapor (tokopedia.com)
Terakhir, sebelum memutuskan untuk membeli perhatikan juga ukuran diameter RDA cocok dengan mod yang kalian gunakan. Biasanya RDA yang banyak dijual memiliki diameter 22 dan 24 mili meter.
Berikutnya, kalian juga harus tahu cara memasang dan cara merawat RDA dengan baik dan benar. Karena semahal apa pun RDA yang kalian beli jika tidak bisa merawat tentu akan mudah sekali rusak dan tentu akan menjadi kerugian buat kalian. Saat membeli kalian bisa bertanya ke penjual atau mencari tahu kepada teman kalian yang paham tentang vapor.
Itulah beberapa tips memilih RDA agar tidak salah beli. Dengan mengetahui cara dan ilmunya tentu membeli RDA bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Selamat mencoba!
Apa itu RDA? | RDA adalah singkatan dari Rebuildable Dripping Atomizer, yaitu jenis atomizer vape yang penggunaannya melibatkan tetesan e-liquid langsung dan rakitan coil sendiri. |
Kenapa pemula perlu tahu cara memilih RDA? | Karena RDA punya banyak varian, fitur, dan harga yang berbeda, sehingga pemula bisa salah beli jika tidak tahu tips memilih yang sesuai kebutuhannya. |
Apa hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih RDA? | Hal pertama adalah menentukan budget, karena RDA tersedia dalam berbagai rentang harga dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. |
Mengapa airflow penting saat memilih RDA? | Karena airflow yang bisa diatur membantu mengontrol rasa e-liquid dan tebalnya asap, sehingga pengalaman vaping lebih optimal. |
Jenis coil apa yang cocok untuk pemula di RDA? | Untuk pemula, single coil biasanya sudah cukup karena lebih mudah dirakit dan dioperasikan dibanding konfigurasi dual coil. |