Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Kulit Pria Jadi Lebih Kering Saat Ramadan? Simak Cara Atasinya!
ilustrasi pria cuci muka (pexels.com/marldov)
  • Selama Ramadan, banyak pria mengalami kulit kering akibat perubahan pola makan, tidur, dan asupan cairan yang menurunkan kelembapan alami kulit.
  • Dehidrasi, kurang tidur, serta konsumsi makanan manis dan berminyak memperparah kondisi kulit kusam dan kehilangan elastisitasnya.
  • Perawatan sederhana seperti menjaga hidrasi, memilih sabun lembut, dan rutin memakai pelembap membantu menjaga kulit tetap sehat selama puasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kulit pria mengalami kondisi lebih kering selama bulan Ramadan, ditandai dengan wajah kusam, bibir pecah, dan hilangnya kelembapan alami akibat perubahan pola hidup saat berpuasa.
  • Who?
    Pria yang menjalankan ibadah puasa Ramadan dan mengalami perubahan pada kondisi kulitnya karena faktor fisiologis serta kebiasaan harian selama bulan tersebut.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di berbagai wilayah tempat umat Muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadan, tanpa terbatas pada lokasi tertentu.
  • When?
    Perubahan kondisi kulit ini muncul selama periode bulan Ramadan ketika aktivitas puasa berlangsung setiap hari dari sahur hingga berbuka.
  • Why?
    Penyebab utamanya adalah berkurangnya asupan cairan, kurang tidur, konsumsi makanan tinggi gula dan minyak, serta kebiasaan mencuci wajah berlebihan tanpa penggunaan pelembap rutin.
  • How?
    Kulit kehilangan kelembapan karena tubuh mengalami dehidrasi ringan dan gangguan regenerasi sel. Kondisi dapat diatasi dengan menjaga hidrasi, pola makan seimbang, tidur cukup, serta penggunaan pelembap sesuai jenis kulit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat Ramadan, banyak pria mulai menyadari perubahan pada kondisi kulitnya. Wajah terasa lebih kering, bibir mudah pecah, dan kulit tampak kusam meski aktivitas tidak jauh berbeda dari biasanya. Perubahan ini sering dianggap sepele, padahal ada faktor fisiologis yang memengaruhinya.

Puasa mengubah pola makan, jam tidur, dan asupan cairan secara signifikan. Jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, kulit bisa kehilangan kelembapan alaminya. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi dengan langkah sederhana dan konsisten.

1. Asupan cairan berkurang drastis

ilustrasi pria minum (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama kurang lebih 12 hingga 14 jam. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi saat sahur dan berbuka, tubuh mengalami dehidrasi ringan. Dampaknya sering terlihat pada kulit yang terasa lebih kering dan kurang elastis.

Kulit adalah salah satu organ pertama yang menunjukkan tanda kekurangan cairan. Ketika tubuh memprioritaskan organ vital, hidrasi kulit menjadi nomor sekian. Inilah sebabnya wajah bisa terlihat lebih kusam meski tidak ada masalah kulit sebelumnya.

2. Pola tidur berubah dan kurang berkualitas

ilustrasi pria bangun tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Bangun sahur dan aktivitas malam seperti tarawih membuat jam tidur banyak pria berkurang. Kurang tidur memengaruhi proses regenerasi sel, termasuk sel kulit. Akibatnya, kulit terlihat lebih lelah dan tidak segar.

Selain itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan hormon stres. Kondisi ini membuat kulit lebih sensitif dan mudah kehilangan kelembapan. Kombinasi kelelahan dan dehidrasi memperparah kondisi kulit kering selama Ramadan.

3. Pola makan tinggi gula dan gorengan

ilustrasi makan (pexels.com/Michael Burrows)

Saat berbuka, godaan makanan manis dan gorengan sulit dihindari. Konsumsi gula berlebihan bisa memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh. Sementara itu, makanan berminyak tidak selalu berarti kulit menjadi lebih lembap.

Kurangnya asupan sayur dan buah juga membuat tubuh kekurangan vitamin penting. Vitamin seperti A, C, dan E berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Tanpa nutrisi yang cukup, kulit lebih mudah tampak kering dan tidak bercahaya.

4. Terlalu sering mencuci wajah

ilustrasi pria cuci muka (pexels.com/Goodbye Picture Company)

Karena merasa wajah lengket setelah seharian berpuasa, sebagian pria mencuci muka lebih sering dari biasanya. Sayangnya, kebiasaan ini justru bisa menghilangkan minyak alami pelindung kulit. Jika dilakukan berlebihan, kulit menjadi semakin kering.

Pemilihan sabun wajah yang terlalu keras juga memperburuk kondisi. Produk dengan kandungan pembersih kuat dapat merusak skin barrier. Ketika lapisan pelindung terganggu, kelembapan lebih cepat menguap.

5. Tidak menggunakan pelembap secara rutin

ilustrasi pria berjalan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Masih banyak pria yang menganggap pelembap tidak penting, terutama jika kulit cenderung berminyak. Padahal semua jenis kulit tetap membutuhkan hidrasi. Tanpa pelembap, kulit kehilangan perlindungan tambahan untuk menjaga kadar airnya.

Penggunaan pelembap yang ringan dan sesuai jenis kulit dapat membantu menjaga keseimbangan. Rutinitas sederhana ini mampu mengurangi rasa kering dan ketarik. Konsistensi jauh lebih penting daripada produk yang mahal.

Kulit kering saat Ramadan bukan kondisi permanen, melainkan respons tubuh terhadap perubahan pola hidup. Dengan memahami penyebabnya, pria bisa lebih sadar dalam menjaga kondisi kulit selama berpuasa. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan hasil yang signifikan.

Ramadan seharusnya menjadi momen memperbaiki diri, termasuk dalam hal perawatan tubuh. Menjaga hidrasi, pola makan, dan rutinitas skincare sederhana sudah cukup untuk mempertahankan kulit tetap sehat. Dengan disiplin yang tepat, kulit tetap segar meski menjalani puasa seharian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team