Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi keramas
ilustrasi keramas (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Intinya sih...

  • Mitos: keramas tiap hari langsung bikin rambut rontok parah
    Banyak orang melihat rambut rontok saat keramas lalu menyimpulkan sampo adalah penyebab utamanya. Rambut yang rontok di tangan sering terlihat banyak sehingga terasa mengkhawatirkan.

  • Fakta: rambut rontok harian adalah proses normalSetiap orang rata-rata kehilangan 50–100 helai rambut per hari. Ini bagian dari siklus alami pertumbuhan rambut yang terus berganti.

  • Mitos: sampo merusak akar rambut sampai bikin botak
    Banyak yang mengira bahan sampo langsung melemahkan akar rambut. Padahal sampo dirancang untuk membersihkan kulit kep

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pria mulai khawatir saat rambut rontok sedikit lalu langsung menyalahkan kebiasaan keramas tiap hari. Ada anggapan populer bahwa terlalu sering keramas bisa merusak akar rambut dan mempercepat kebotakan. Akhirnya, tidak sedikit yang sengaja jarang keramas demi “menyelamatkan” rambutnya.

Tapi apakah benar keramas setiap hari adalah penyebab utama rambut cepat botak? Atau ini hanya mitos yang terus dipercaya tanpa dasar kuat? Yuk kita bongkar faktanya secara logis dan ilmiah.

1. Mitos: keramas tiap hari langsung bikin rambut rontok parah

ilustrasi keramas (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Banyak orang melihat rambut rontok saat keramas lalu menyimpulkan sampo adalah penyebab utamanya. Rambut yang rontok di tangan sering terlihat banyak sehingga terasa mengkhawatirkan.

Padahal rambut yang rontok saat keramas umumnya memang sudah berada di fase gugur alami. Keramas hanya membantu melepaskan rambut yang memang siap rontok, bukan penyebab akarnya.

2. Fakta: rambut rontok harian adalah proses normal

ilustrasi pria rambut uban (pexels.com/zGel)

Setiap orang rata-rata kehilangan 50–100 helai rambut per hari. Ini bagian dari siklus alami pertumbuhan rambut yang terus berganti.

Kalau tidak rontok saat keramas, rambut itu biasanya akan rontok saat menyisir atau mengusap kepala. Jadi terlihatnya saat keramas bukan berarti keramas yang menyebabkannya.

3. Mitos: sampo merusak akar rambut sampai bikin botak

ilustrasi pria potong rambut (pexels.com/YakobchukOlena)

Banyak yang mengira bahan sampo langsung melemahkan akar rambut. Padahal sampo dirancang untuk membersihkan kulit kepala dari minyak, kotoran, dan sisa produk.

Selama memakai sampo yang sesuai jenis rambut dan tidak terlalu keras, akar rambut tidak akan rusak. Kebotakan jauh lebih sering dipicu faktor genetik dan hormon, bukan frekuensi keramas.

4. Fakta: kulit kepala kotor justru bisa memperparah kerontokan

ilustrasi rambut pria rapi setelah pakai pomade (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jarang keramas membuat minyak berlebih, ketombe, dan kotoran menumpuk di kulit kepala. Kondisi ini bisa menyumbat folikel rambut dan memicu peradangan ringan.

Dalam jangka panjang, lingkungan kulit kepala yang tidak sehat bisa mempercepat rambut menipis. Jadi kebersihan justru penting untuk menjaga rambut tetap kuat.

5. Fakta: yang berpengaruh besar adalah genetik dan hormon

ilustrasi ragu potong rambut (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kebotakan pria paling sering disebabkan oleh hormon DHT dan faktor keturunan. Folikel rambut menyusut perlahan sampai rambut tumbuh makin tipis lalu berhenti.

Keramas tidak mengubah proses ini secara signifikan. Mau keramas tiap hari atau seminggu dua kali, kalau faktor genetik kuat, pola botak tetap akan muncul.

Keramas tiap hari bukan penyebab rambut cepat botak. Rambut rontok yang terlihat saat keramas adalah bagian dari siklus alami tubuh, bukan tanda kerusakan serius.

Justru menjaga kulit kepala tetap bersih membantu menciptakan lingkungan sehat bagi pertumbuhan rambut. Kalau takut botak, fokuslah pada pola hidup sehat, perawatan yang tepat, dan pahami faktor genetik, bukan menyalahkan sampo tiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team