Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejarah Barbershop, dari Tempat Cukur hingga Lifestyle Cowok
ilustrasi potong rambut (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)
  • Profesi tukang cukur sudah ada sejak peradaban kuno dan berfungsi ganda sebagai tempat berkumpul serta simbol kebersihan dan status sosial pria.
  • Pada abad pertengahan, tukang cukur juga melakukan tindakan medis ringan, yang melahirkan simbol tiang barber merah-putih-biru sebagai warisan sejarahnya.
  • Dari masa ke masa, barbershop berevolusi menjadi ruang grooming modern dan bagian penting dari lifestyle cowok yang menonjolkan perawatan diri serta pengalaman personal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Barbershop kini bukan sekadar tempat potong rambut, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak cowok. Mulai dari potongan rambut, perawatan jenggot, sampai suasana tempat yang dibuat nyaman, barbershop modern sering terasa seperti ruang nongkrong kecil bagi sebagian pria.

Namun, sebelum menjadi bagian dari lifestyle seperti sekarang, barbershop ternyata punya sejarah panjang yang cukup menarik. Dari fungsi sederhana sebagai tempat cukur hingga berkembang menjadi simbol perawatan pria, berikut sejarah barbershop dari masa ke masa.

1. Berawal dari profesi tukang cukur di zaman kuno

ilustrasi rambut perm potong rambut (pexels.com/Vasil Dimitrov)

Profesi tukang cukur ternyata sudah ada sejak ribuan tahun lalu, bahkan sejak peradaban kuno seperti Mesir, Yunani, dan Romawi. Pada masa itu, rambut dan jenggot sering dianggap mencerminkan status sosial atau kebersihan seseorang, sehingga jasa mencukur mulai dibutuhkan.

Menariknya, di beberapa wilayah, tempat cukur juga menjadi ruang berkumpul untuk berbincang dan bertukar kabar. Fungsi sosial barbershop ternyata sudah mulai terbentuk sejak lama.

2. Tukang cukur dulu juga menangani tindakan medis ringan

ilustrasi potong rambut (pexels.com/Luis Quintero)

Pada abad pertengahan di Eropa, tukang cukur punya peran yang jauh lebih luas dibanding sekarang. Mereka tidak hanya memotong rambut atau mencukur jenggot, tetapi juga melakukan tindakan medis sederhana seperti mencabut gigi hingga prosedur kecil seperti pengeluaran darah (bloodletting).

Inilah alasan munculnya simbol tiang barber merah, putih, dan biru yang masih dikenal sampai sekarang. Warna tersebut dipercaya melambangkan darah, perban, dan pembuluh darah dari praktik medis masa lalu.

3. Menjadi simbol gaya pria di abad modern

ilustrasi pria potong rambut (pexels.com/YakobchukOlena)

Memasuki abad ke-19 hingga awal abad ke-20, barbershop mulai berkembang menjadi tempat khusus perawatan pria. Potong rambut, cukur kumis, dan perawatan wajah sederhana menjadi layanan utama, terutama di kota-kota besar.

Pada masa ini, barbershop juga mulai identik dengan suasana maskulin. Banyak pria datang bukan hanya untuk grooming, tetapi juga berbincang soal olahraga, pekerjaan, atau kehidupan sehari-hari.

4. Sempat menurun lalu kembali populer

ilustrasi potong rambut (pexels.com/mostafa meraji)

Popularitas barbershop sempat menurun ketika salon uniseks dan model rambut sederhana mulai lebih umum. Namun dalam beberapa tahun terakhir, barbershop kembali naik daun berkat tren grooming pria dan meningkatnya perhatian terhadap penampilan.

Konsep interior vintage, layanan lebih personal, dan gaya rambut modern membantu barbershop terasa lebih menarik bagi generasi sekarang. Tidak sedikit tempat yang juga menawarkan kopi atau suasana santai agar pengalaman pelanggan terasa lebih nyaman.

5. Kini jadi bagian dari lifestyle cowok modern

ilustrasi potong jenggot (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Saat ini, barbershop sering dianggap lebih dari sekadar tempat cukur rambut. Banyak pria melihat kunjungan ke barber sebagai bagian dari merawat diri sekaligus cara menjaga kepercayaan diri lewat penampilan yang lebih rapi.

Selain itu, suasana barbershop modern juga sering terasa lebih personal dibanding tempat potong rambut biasa. Faktor pengalaman inilah yang membuat barbershop semakin dekat dengan lifestyle pria masa kini.

Barbershop yang sekarang identik dengan gaya hidup pria ternyata punya perjalanan sejarah yang cukup panjang. Dari profesi tukang cukur zaman kuno hingga menjadi tempat grooming modern, fungsi barbershop terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Karena itu, tidak heran jika barbershop tetap punya tempat khusus di kalangan cowok. Pada akhirnya, tempat ini bukan hanya soal potong rambut, tetapi juga bagian dari cara pria merawat diri dan menikmati pengalaman yang lebih personal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team