Jam tangan mekanis kerap dianggap sebagai karya seni kecil yang bisa dipakai di pergelangan tangan. Berbeda dengan jam quartz yang mengandalkan baterai, jam mekanis bekerja menggunakan puluhan hingga ratusan komponen kecil yang bergerak secara terus-menerus. Mulai dari roda gigi, pegas utama, hingga sistem escapement yang mengatur detak waktu, semuanya harus bekerja dengan presisi tinggi agar jam tetap akurat.
Karena itulah banyak pemilik jam mekanis terkejut saat mengetahui bahwa jam mereka perlu diservis secara berkala, bahkan meskipun jam tersebut jarang dipakai atau masih terlihat berfungsi normal. Bagi sebagian orang, hal ini terasa aneh. Bukankah benda yang tidak rusak seharusnya tidak perlu diperbaiki? Sayangnya, jam mekanis tidak bekerja seperti itu. Mari, kita bahas bersama!
