Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Jam Mekanis Harus Diservis Secara Berkala, Jangan Tunggu Rusak!
ilustrasi jam tangan (unsplash.com/Fabian Heimann)
  • Jam mekanis perlu diservis rutin karena pelumas di dalam mesin bisa mengering atau mengental, menyebabkan gesekan berlebih dan menurunkan akurasi meski jam jarang dipakai.
  • Ratusan komponen kecil pada movement terus bergerak dan mengalami keausan; servis berkala membantu mendeteksi kerusakan dini sebelum menjadi masalah besar yang mahal diperbaiki.
  • Kelembapan dan debu dapat masuk melalui gasket yang menua, sehingga servis rutin penting untuk menjaga kebersihan, akurasi, serta memperpanjang umur jam agar tetap awet bertahun-tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jam tangan mekanis kerap dianggap sebagai karya seni kecil yang bisa dipakai di pergelangan tangan. Berbeda dengan jam quartz yang mengandalkan baterai, jam mekanis bekerja menggunakan puluhan hingga ratusan komponen kecil yang bergerak secara terus-menerus. Mulai dari roda gigi, pegas utama, hingga sistem escapement yang mengatur detak waktu, semuanya harus bekerja dengan presisi tinggi agar jam tetap akurat.

Karena itulah banyak pemilik jam mekanis terkejut saat mengetahui bahwa jam mereka perlu diservis secara berkala, bahkan meskipun jam tersebut jarang dipakai atau masih terlihat berfungsi normal. Bagi sebagian orang, hal ini terasa aneh. Bukankah benda yang tidak rusak seharusnya tidak perlu diperbaiki? Sayangnya, jam mekanis tidak bekerja seperti itu. Mari, kita bahas bersama!

1. Pelumas di dalam jam bisa mengering seiring waktu

ilustrasi jam tangan (unsplash.com/Erik Mclean)

Salah satu alasan utama jam mekanis perlu diservis secara berkala adalah karena adanya pelumas pada berbagai bagian mesin. Di dalam sebuah movement terdapat titik-titik gesekan yang terus bergerak setiap detik. Tanpa pelumas, gesekan ini dapat menyebabkan keausan pada komponen logam yang ukurannya sangat kecil.

Masalahnya, pelumas tidak bertahan selamanya. Seiring berjalannya waktu, oli khusus jam dapat mengering, mengental, atau menyebar ke area yang tidak seharusnya. Ketika ini terjadi, komponen akan bekerja lebih berat dan akurasi jam mulai menurun. Bahkan, jam yang hanya disimpan di lemari pun tetap mengalami proses penuaan pada pelumas tersebut.

2. Ratusan komponen kecil terus mengalami keausan

ilustrasi komponen jam mekanis (unsplash.com/Lukas Tennie)

Sebuah jam mekanis bisa memiliki lebih dari seratus komponen bergerak. Sementara, model yang lebih rumit bisa mencapai ratusan bagian tambahan. Setiap detik, roda gigi saling berinteraksi dan mentransfer tenaga dari pegas utama menuju jarum jam.

Bayangkan jika sebuah roda berputar jutaan kali selama bertahun-tahun tanpa pemeriksaan sama sekali. Cepat atau lambat, akan muncul keausan kecil yang mungkin tidak langsung terlihat dari luar. Servis berkala memungkinkan teknisi mendeteksi masalah ini lebih awal sebelum berubah menjadi kerusakan besar yang membutuhkan biaya perbaikan jauh lebih mahal.

3. Akurasi jam perlahan bisa berubah

ilustrasi jam tangan (unsplash.com/DANIEL HAY)

Jam mekanis memang tidak seakurat jam quartz. Namun, jika sebuah jam mulai terlambat atau terlalu cepat beberapa menit setiap hari, kemungkinan ada sesuatu yang perlu diperiksa.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari pelumas yang mulai mengering, komponen yang aus, hingga perubahan posisi pada sistem pengatur waktu di dalam movement. Saat servis dilakukan, teknisi biasanya akan membersihkan mesin, mengganti pelumas, lalu melakukan pengaturan ulang agar akurasi jam kembali mendekati spesifikasi pabrik.

4. Debu dan kelembapan bisa masuk ke dalam casing

ilustrasi jam tangan (unsplash.com/Haider Khalil)

Banyak orang mengira bahwa casing jam sepenuhnya kedap udara. Kenyataannya tidak demikian. Seiring usia pemakaian, gasket atau karet penyegel dapat mengeras dan kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, uap air atau partikel debu kecil dapat masuk ke dalam mesin tanpa disadari.

Debu mungkin terlihat sepele, tetapi pada komponen jam yang ukurannya sangat kecil, partikel kecil saja sudah cukup untuk mengganggu kinerja movement. Kelembapan bahkan lebih berbahaya karena dapat memicu korosi pada bagian logam tertentu.

5. Servis rutin justru bisa memperpanjang umur jam

ilustrasi komponen jam mekanis (unsplash.com/Ruben Caldera)

Banyak jam mekanis berkualitas mampu bertahan puluhan tahun, bahkan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, umur panjang tersebut biasanya tidak terjadi secara otomatis. Sama seperti mobil yang membutuhkan ganti oli atau AC rumah yang perlu dibersihkan secara berkala, jam mekanis juga membutuhkan perawatan agar performanya tetap optimal.

Servis berkala membantu memastikan semua komponen berada dalam kondisi baik dan bekerja sesuai fungsinya. Dalam jangka panjang, biaya servis rutin biasanya jauh lebih murah dibanding mengganti komponen penting yang sudah terlanjur rusak.

Pada akhirnya, jam mekanis bukan sekadar alat penunjuk waktu, melainkan sebuah mesin mini dengan tingkat presisi yang luar biasa. Mesin sekecil itu bekerja tanpa henti selama bertahun-tahun di pergelangan tangan pemiliknya. Jadi, servis berkala merupakan cara terbaik untuk memastikan ia tetap berdetak dengan baik selama mungkin, bahkan mungkin cukup lama untuk diwariskan ke generasi berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article