Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Kurta? Mengenal Baju Koko Modern yang Stylish dan Nyaman
ilustrasi apa itu kurta? (pexels.com/Kafeel Ahmed | pexels.com/Nishant Aneja)
  • Kurta adalah pakaian tradisional asal Asia Selatan dengan potongan longgar dan panjang hingga paha atau lutut, kini populer di Indonesia sebagai alternatif modern baju koko.
  • Bahan kurta umumnya dari katun, linen, atau sutra yang adem dan nyaman, dengan desain khas berupa belahan samping serta kerah mandarin atau tanpa kerah untuk tampilan minimalis.
  • Perbedaan utama kurta dengan baju koko dan gamis terletak pada panjang potongan, keberadaan belahan samping, serta detail ornamen yang lebih simpel dan modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kurta adalah pakaian atasan panjang tanpa kerah yang berasal dari Asia Selatan dan kini menjadi tren busana pria modern di Indonesia karena tampilannya yang sopan, santai, dan nyaman.
  • Who?
    Pakaian ini banyak dikenakan oleh pria, termasuk kalangan muda dan influencer, serta mulai diadaptasi oleh desainer busana Muslim modern di berbagai negara.
  • Where?
    Asal kurta berasal dari kawasan Asia Selatan seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan, namun kini populer juga di Indonesia dan berbagai negara lain.
  • When?
    Kepopuleran kurta meningkat dalam beberapa waktu terakhir seiring tren busana Muslim modern yang berkembang di Indonesia.
  • Why?
    Peningkatan minat terjadi karena kurta dinilai memberikan kenyamanan, kesederhanaan, serta tampilan modern yang tetap sopan untuk kegiatan ibadah maupun acara semi-formal.
  • How?
    Kemunculan tren ini didorong oleh desain longgar dengan belahan samping khas serta penggunaan bahan ringan seperti katun dan linen yang cocok untuk iklim tropis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu merasa bosan dengan model baju koko yang itu-itu saja saat hendak pergi ke masjid atau menghadiri acara keluarga? Saat ini, banyak pria mulai melirik gaya busana yang lebih santai tetapi terlihat sopan dan religius untuk berbagai kesempatan. Salah satu tren yang sedang naik daun adalah kurta. Apa itu kurta? 

Pakaian ini sebenarnya bukan barang baru di dunia fashion global, namun kepopulerannya di Indonesia meningkat drastis belakangan ini. Kamu mungkin sering melihat teman atau influencer mengenakan atasan panjang yang menjuntai hingga paha dengan potongan yang longgar. Gaya ini memberikan kesan modern sekaligus timeless bagi siapa saja yang memakainya, sehingga sangat cocok untuk kamu yang ingin tampil beda tanpa menghilangkan sisi maskulin. Yuk, mengenal kurta lebih baik dalam artikel berikut!


1. Asal-usul dan filosofi di balik pakaian kurta

ilustrasi pakaian kurta (pexels.com/The kzari design studio)

Secara etimologi, kata ini berasal dari bahasa Persia yang secara harfiah berarti kemeja tanpa kerah. Pakaian ini merupakan busana tradisional yang sangat populer di kawasan Asia Selatan seperti India, Pakistan, Bangladesh, hingga Afghanistan. Pada awalnya, kurta didesain sebagai pakaian harian yang fungsional bagi pria di wilayah tersebut karena iklimnya yang cenderung panas.

Kamu perlu tahu bahwa bentuk aslinya gak banyak berubah selama berabad-abad, yaitu berupa atasan longgar dengan panjang mencapai lutut atau paha. Di negara asalnya, pakaian ini sering dipadukan dengan celana longgar yang disebut pyjamas atau shalwar. Namun, seiring berjalannya waktu, filosofi kenyamanan dan kesederhanaan dari baju ini mulai diadopsi oleh desainer dunia ke dalam ranah busana Muslim modern, lho.

2. Mengenal material bahan dan karakteristik desainnya

ilustrasi kurta pria (pexels.com/the Amritdev)

Salah satu alasan mengapa banyak orang menyukai jenis pakaian ini adalah karena penggunaan materialnya yang sangat bersahabat dengan kulit. Bahan yang paling umum digunakan adalah katun (cotton), linen, dan sutra (silk) untuk acara yang lebih formal. Karakteristik bahan-bahan ini memungkinkan sirkulasi udara yang baik, sehingga kamu tetap merasa sejuk meski sedang beraktivitas di bawah terik matahari.

Dari segi desain, ciri khas utama yang membedakannya adalah potongan lurus dan adanya belahan di samping (side slits) yang dimulai dari pinggang ke bawah. Belahan ini bukan sekadar pemanis, melainkan berfungsi untuk memudahkan ruang gerak penggunanya saat berjalan atau duduk bersila, lho. Selain itu, bagian kerah biasanya menggunakan model mandarin collar atau bahkan tanpa kerah sama sekali, memberikan kesan look yang lebih bersih dan minimalis.

3. Perbedaan kurta dengan baju koko dan gamis pria

ilustrasi gamis pria (pexels.com/Thirdman)

Memahami perbedaan antara kurta, baju koko, dan gamis itu krusial banget buat menunjang penampilanmu agar gak salah kostum, lho. Dengan tahu detail kecilnya, kamu bisa tampil lebih percaya diri karena pakaian yang kamu kenakan benar-benar pas dengan suasana acaranya. Pengetahuan ini bakal bikin kamu terlihat sebagai pria yang paham fashion dan gak asal pakai baju saat hendak beribadah atau menghadiri acara keluarga yang semi-formal.

So, biar kamu gak bingung lagi saat memilih di depan lemari atau saat belanja online, perhatikan beberapa poin teknis berikut ini:

  • Cermati panjang potongan (hemline) pakaiannya
    Langkah pertama yang paling mudah adalah melihat di mana ujung bawah baju itu berhenti. Baju koko umumnya memiliki potongan pendek yang berakhir di sekitar pinggul, mirip seperti kemeja pada umumnya. Sebaliknya, kurta memiliki ciri khas panjang yang menjuntai hingga ke paha atau bahkan mendekati lutut, sedangkan gamis pria (thobe) mencapai mata kaki. Karena kurta memiliki potongan "nanggung" atau medium, ia memberikan siluet tubuh yang lebih jenjang namun tetap terasa santai, sangat pas untuk kamu yang ingin tampil lebih syar’i tanpa terlihat terlalu formal seperti saat memakai gamis.

  • Perhatikan keberadaan belahan samping (side slits)
    Satu detail teknis yang sering terlewat adalah belahan di bagian samping baju. Kurta yang autentik selalu memiliki belahan samping yang cukup tinggi, dimulai dari garis pinggang hingga ke ujung bawah. Hal ini dibuat bukan tanpa alasan, lho. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang gerak yang maksimal pada kaki, sehingga kamu tetap bisa melangkah lebar atau duduk bersila dengan nyaman saat di masjid. Selain itu, belahan ini juga memudahkanmu untuk merogoh saku celana tanpa harus mengangkat seluruh bagian baju, berbeda dengan baju koko yang biasanya tertutup rapat di bagian samping atau hanya memiliki belahan kecil.

  • Bedakan detail ornamen dan jenis kerahnya
    Selain potongan tubuh, kamu juga perlu melihat aksen visual yang ada pada pakaian tersebut. Baju koko identik dengan bordir yang terkadang cukup ramai di bagian dada atau kerah, mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa dan lokal. Sementara itu, kurta cenderung lebih minimalis dengan fokus pada tekstur kain atau motif garis yang simpel. Selain itu, kerah pada kurta biasanya menggunakan model mandarin collar yang lebih rendah atau bahkan tanpa kerah (collarless), yang secara visual memberikan kesan leher lebih rileks dan modern dibandingkan kerah koko yang cenderung kaku dan tinggi.

Selain itu, dengan memahami perbedaan ini, kamu jadi punya lebih banyak opsi untuk bereksperimen dengan gaya layering. Akhiri dengan memilih bahan yang paling sesuai dengan cuaca di tempatmu agar selain terlihat keren, kamu juga tetap merasa adem sepanjang hari.


4. Inspirasi padu padan kurta untuk berbagai aktivitas

ilustrasi kurta (pexels.com/Sadanand Gunaga)

Memadukan atasan ini sebenarnya gak sulit asalkan kamu tahu kunci utamanya, yaitu keseimbangan proporsi tubuh. Untuk gaya casual-minimalist, kamu bisa memadukan kurta pendek atau medium dengan celana denim atau chino berwarna kontras. Jangan ragu untuk menggulung sedikit lengan kurta untuk menambah kesan santai, dan sempurnakan penampilan ini dengan sepatu sneakers putih atau sandal kulit minimalis agar tetap nyaman digunakan seharian saat berkumpul bersama teman atau keluarga, ya.

Jika ingin tampil lebih formal dan elegan, pilihlah kurta dengan bahan premium seperti linen atau katun sutera yang dipadukan dengan celana kain berpotongan lurus (straight-cut pants). Kamu juga bisa menambahkan waistcoat atau rompi berwarna senada untuk menciptakan siluet yang lebih tegas dan berwibawa. Lengkapi tampilan ini dengan sepatu loafers atau mules berbahan kulit serta jam tangan berdesain klasik. Paduan ini gak hanya menonjolkan sisi rapi yang maskulin, tetapi juga menunjukkan bahwa kamu mampu membawa elemen tradisional ke dalam ranah modern dengan sangat apik, lho.

Supaya makin stylish, kamu bisa menambahkan jam tangan dengan strap kulit dan kacamata hitam untuk meningkatkan level ketampananmu secara instan, ya. Dengan informasi ini, kamu gak hanya akan memahami arti dari apa itu kurta, tetapi juga mampu menjadikannya identitas gaya personal yang unik dan berkelas. Ingin menggunakan kurta sebagai pakaian Hari Raya Lebaran nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team