ilustrasi celana jeans sobek-sobek (unsplash.com/David Trinks)
Memasuki 1980-an dan 1990-an, industri mode mengadopsi estetika jeans sobek ke dalam produk komersial. Desainer ternama memproduksi denim yang telah melalui proses distressing, acid wash, serta perobekan terkontrol untuk produksi massal. Selebritas dan musisi populer mempercepat penerimaan publik akan fashion item satu ini, sehingga simbol perlawanan perlahan beralih menjadi tren mode.
Gerakan grunge pada 1990-an kembali menekankan kesan lusuh dan tidak terawat sebagai sikap anti-fashion. Meski akhirnya gerakan grunge juga mulai diterima pasar. Hingga kini, jeans sobek hadir dalam berbagai variasi potongan dan gaya, sering kali diproduksi secara massal.
Asal usul celana jeans sobek-sobek menunjukkan bahwa pakaian tidak selalu lahir dari kebutuhan estetika semata, melainkan juga dari tekanan sosial, kondisi ekonomi, serta kegelisahan generasi pada masanya. Jeans yang awalnya dipandang sebagai simbol keterbatasan justru berubah menjadi medium ekspresi yang sarat sikap dan keberanian bersuara. Semoga, informasi ini bisa menambah pengetahuan baru buat kamu mengenai jeans sobek-sobek, ya!