Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Re-Opening Store BOSS di Central Park
Re-Opening Store BOSS di Central Park. 4 Februari 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Intinya sih...

  • Athleisure sebagai evolusi, bukan kompromi gayaKoleksi BOSS Golf, Tennis, Advance Commuter wear, dan Performance menggabungkan desain mutakhir dengan material teknis pintar untuk fungsi, kenyamanan, dan gaya.

  • Ruang ritel yang bergerak bersama tubuhToko di Grand Indonesia dan Central Park dirancang dengan konsep baru yang dikembangkan untuk lini athleisure BOSS.

  • Titik temu fashion, olahraga, dan teknologiDua toko ini diposisikan sebagai destinasi yang mempertemukan fashion, sport, dan teknologi dalam satu narasi konsisten.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di kota yang bergerak secepat Jakarta, gaya tak lagi bisa berjalan santai. Ia harus berlari, melompat, dan tetap terlihat rapi saat berhenti di lampu merah. Inilah konteks yang dibaca BOSS ketika membuka dua toko athleisure pertamanya di Indonesia. Bukan sekadar gerai baru, tetapi pernyataan tentang bagaimana mode, performa, dan teknologi kini saling bertaut.

Berlokasi di Grand Indonesia dan Central Park Mall, dua ruang ini menjadi panggung bagi identitas baru BOSS: atletis tanpa kehilangan presisi tailoring, santai tanpa melepaskan kesan premium. Di sinilah athleisure bukan tren sesaat, melainkan bahasa gaya hidup urban.

1. Athleisure sebagai evolusi, bukan kompromi gaya

Re-Opening Store BOSS di Central Park. 4 Februari 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Koleksi yang dihadirkan di dua toko ini memperlihatkan bagaimana BOSS memaknai athleisure sebagai evolusi alami dari busana modern. BOSS Golf dan BOSS Tennis tampil dengan potongan bersih dan material berperforma tinggi, siap digunakan di lapangan, namun tetap relevan untuk agenda kasual setelahnya.

Sementara itu, Advance Commuter wear dan BOSS Performance menjawab kebutuhan mereka yang hidup di antara rapat, perjalanan, dan waktu luang. Potongan celana, polo, hingga jaket terasa ringan namun tegas, seperti jas yang belajar bernapas. Athleisure di tangan BOSS bukan pelepasan formalitas, melainkan penyempurnaan kenyamanan.

“Koleksi ini menggabungkan desain mutakhir dengan material teknis pintar untuk individu yang mengutamakan fungsi, kenyamanan, dan gaya,” tulis BOSS dalam pernyataannya di rilis yang diterima IDN Times.

2. Ruang ritel yang bergerak bersama tubuh

Re-Opening Store BOSS di Central Park. 4 Februari 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Masuk ke dalam toko, kesan pertama bukanlah etalase, melainkan ritme. Material baja tahan karat, kaca, lantai bertekstur karbon, dan dinding beton membentuk ruang yang terasa aktif, seolah siap bergerak bersama pengunjung. Tata letaknya presisi, namun tidak kaku, mencerminkan karakter athleisure itu sendiri.

Toko di Grand Indonesia (±80 sqm) dan Central Park (±206 sqm) dirancang dengan konsep baru yang secara spesifik dikembangkan untuk lini athleisure BOSS. Setiap zona produk dikurasi agar kualitas dan fungsi menjadi fokus utama, bukan sekadar visual. Layar digital interaktif menghadirkan cerita di balik koleksi, menjadikan pengalaman belanja terasa imersif dan lebih dekat ke galeri performa daripada toko pakaian.

3. Titik temu fashion, olahraga, dan teknologi

Re-Opening Store BOSS di Central Park. 4 Februari 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Lebih dari sekadar ruang jual beli, dua toko ini diposisikan sebagai destinasi. BOSS merangkai pengalaman yang mempertemukan fashion, sport, dan teknologi dalam satu narasi yang konsisten. Setiap detail dari potongan busana hingga tata cahaya, mendorong satu pesan bahwa gaya hidup aktif tak harus mengorbankan estetika.

Store concept ini bukan hanya ruang ritel, melainkan destinasi yang menangkap esensi identitas dinamis BOSS,” ucap Representasi BOSS dalam Re-Opening Store BOSS di Central Park, Rabu (4/2/2026).

Dalam konteks Jakarta yang terus bergerak, kehadiran toko ini jelas terasa relevan. Ibarat sbuah jawaban bagi mereka yang ingin tampil rapi, fungsional, dan siap berpindah peran dalam satu hari yang sama.

Lewat dua toko athleisure perdananya di Indonesia, BOSS tidak hanya memperluas jaringan ritel, tetapi juga mempertegas sikap bahwa gaya hidup modern menuntut pakaian yang mampu bergerak bersama tubuh dan waktu. Athleisure versi BOSS bukan tentang melambat, melainkan tentang bergerak dengan kendali.

Editorial Team