Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Atlet PUMA Indonesia Sardyanus Sanam berhasil meraih podium ketiga kategori Half Marathon Pria dengan waktu 01:15:16. Performanya dalam Planet Sports Run 2026 didukung dengan sepatu PUMA Deviate NitroTM 3
Atlet PUMA Indonesia Sardyanus Sanam berhasil meraih podium ketiga kategori Half Marathon Pria dengan waktu 01:15:16. Performanya dalam Planet Sports Run 2026 didukung dengan sepatu PUMA Deviate NitroTM 3. (dok. PUMA Indonesia)

Intinya sih...

  • Dukungan brand PUMA sebagai bahan bakar mental atlet

  • Jersey resmi sebagai identitas lari dan simbol kebersamaan

  • Program latihan bersama komunitas lari, influencer, dan pelari media

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Pagi di lintasan Planet Sports Run 2026, ICE BSD, bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Momen ini bak panggung bagi napas panjang, detak jantung yang berirama, dan ambisi yang disulam sejak latihan berbulan-bulan. Di antara riuh sepatu menghantam aspal, PUMA Indonesia hadir bukan hanya sebagai mitra apparel, tetapi sebagai penggerak energi di balik performa para pelari.

Kehadiran PUMA di ajang ini menjadi refleksi bagaimana olahraga, teknologi, dan komunitas bertemu dalam satu garis lurus menuju podium. Dari jersey resmi hingga pembinaan atlet, semuanya menyatu dalam cerita tentang konsistensi dan keberanian melampaui batas diri.

1. Ketika dukungan brand menjadi bahan bakar mental atlet

Atlet PUMA Indonesia Sardyanus Sanam berhasil meraih podium ketiga kategori Half Marathon Pria dengan waktu 01:15:16. Performanya dalam Planet Sports Run 2026 didukung dengan sepatu PUMA Deviate NitroTM 3. (dok. PUMA Indonesia)

Prestasi para atlet binaan PUMA di berbagai kategori menjadi bukti, bahwa kemenangan bukanlah peristiwa instan. Ia lahir dari proses panjang yang melibatkan strategi latihan, kesiapan mental, dan perlengkapan yang tepat.

Pendekatan ini menempatkan PUMA sebagai mitra perjalanan, bukan hanya sponsor di garis start. Rachmat B. Trilaksono, Teamhead Marketing PUMA Indonesia, menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh tersebut.

“Kami ingin hadir lebih dari sekadar brand. Dukungan kami dimulai sejak masa latihan hingga race day, karena performa terbaik lahir dari proses yang konsisten,” ujarnya, dalam rilis yang diterima IDN Times.

2. Jersey resmi bukan sekadar seragam, tapi identitas lari

Antusias para peserta Planet Sports Run 2026 pada booth PUMA Indonesia yang menyelenggarakan program “Chase Your Fastest”, PUMA Deviate 4 try-on, lucky draw, dan refreshments, serta area Photobooth. (dok. PUMA Indonesia)

Sebagai Official Jersey Partner, PUMA menghadirkan jersey dengan warna berbeda untuk tiap kategori lomba. Namun di balik pilihan warna dan material, ada filosofi yang lebih dalam, yakni menciptakan rasa memiliki di antara ribuan pelari.

Jersey tersebut menjadi simbol kebersamaan, bila di lintasan, setiap orang membawa cerita, target, dan mimpi yang berbeda, namun berbagi semangat yang sama. Perbedaan warna juga menjadi arti bahwa perbedaan berujung pada kolaboratif yang menuaikan prestasi.

3. Program latihan jadi ruang belajar kolektif

Atlet PUMA Indonesia Marselino Varelian Falo (kiri) menggunakan PUMA Fast-R NITROTM Elite 3 berhasil meraih podium pertama kategori 5K Pria dengan catatan waktu 16:07 pada Planet Sports Run 2026. (dok. PUMA Indonesia)

Sebelum lomba dimulai, PUMA menggelar rangkaian latihan bersama komunitas lari, influencer, dan pelari media. Sesi ini tak hanya soal meningkatkan pace, tetapi juga memahami tubuh, strategi, dan perlengkapan.

Latihan bersama tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman. Di mana, para pelari belajar bahwa performa bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga tentang ritme, efisiensi energi, dan kepercayaan diri.

4. Teknologi sepatu membantu menjaga ritme hingga garis finish

Atlet PUMA Indonesia Yad Hapizudin menggunakan PUMA Fast-R NITROTM Elite 3 berhasil meraih podium kedua kategori 10K Pria dengan catatan waktu 31:47 pada Planet Sports Run 2026. (dok. PUMA Indonesia)

Salah satu atlet berprestasi, Yad Hapizudin, memberikan testimoni selama mengikuti race Planet Sports Run 2026. Menurutnya, perlengkapan dapat memengaruhi performa di lintasan. Testimoni ini pun menegaskan, bahwa teknologi sepatu bukan sekadar inovasi desain, melainkan bagian dari strategi performa yang nyata di lapangan.

Race day selalu menantang, tetapi persiapan yang matang memberikan perbedaan yang besar. Sesi latihan terstruktur yang saya jalani menjelang lomba membantu saya menjaga pace dan tetap stabil hingga garis finish. Saya menggunakan PUMA Fast-R Nitro Elite 3, dan sepatu ini memberikan sensasi responsif, ringan, serta membantu menjaga efisiensi langkah. Hal ini membuat saya lebih fokus berlari dengan ritme yang cepat dan konsisten hingga akhir,” tuturnya.

5. Lari sebagai gaya hidup, bukan sekadar kompetisi

Teamhead Marketing PUMA Indonesia, Rachmat B. Trilaksono (kedua kanan) dan Brand Marketing PUMA Indonesia, Rafi Aldi (ketiga kiri) bersama dengan sederet atlet PUMA Indonesia yang berhasil mencatatkan prestasi di podium, Sardyanus Sanam (kedua kiri), Irma Handayani (tengah), Yad Hapizudin (ketiga kanan), Rashif Amila Yaqin (kanan), serta Marselino Varelian Falo (kiri). (dok. PUMA Indonesia)

Momentum Planet Sports Run 2026 memperlihatkan bagaimana lari berkembang menjadi gaya hidup urban. PUMA melihat fenomena ini sebagai peluang untuk menghadirkan produk yang tidak hanya berfungsi di lintasan, tetapi juga relevan dalam keseharian.

Dengan inovasi sepatu, apparel performa tinggi, dan program komunitas, PUMA berupaya menjadikan lari sebagai perjalanan berkelanjutan. Jadi bukan hanya sekadar agenda lomba tahunan, melainkan pengingat akan gaya hidup sehat yang baik untuk dijalani.

Di garis finis, yang terlihat hanyalah pelari yang menembus pita kemenangan. Namun, di baliknya ada cerita panjang tentang latihan, dukungan, teknologi, dan keyakinan. PUMA memilih untuk berada di sisi perjalanan itu. Mendorong setiap langkah agar lebih ringan, setiap napas lebih teratur, dan setiap pelari lebih percaya pada kemampuannya sendiri.

Planet Sports Run 2026 pun menjadi lebih dari sekadar ajang lomba. Ia berubah menjadi panggung di mana semangat kolektif, inovasi, dan keberanian untuk terus bergerak menemukan bentuknya dalam setiap langkah menuju podium.

Editorial Team