Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Jenis Celana yang Sebaiknya Dihindari Pria Bertubuh Gemuk
ilustrasi pria memakai celena big size. (magnific.com/8photo)
  • Penelitian menunjukkan kesesuaian potongan dan bahan celana berpengaruh besar terhadap persepsi visual tubuh pria bertubuh gemuk.
  • Lima jenis celana yang sebaiknya dihindari meliputi skinny fit, warna terang, bahan tipis atau mengilap, motif ramai, serta ukuran terlalu longgar.
  • Kunci tampil proporsional adalah memilih celana dengan potongan reguler atau relaxed fit, warna gelap, dan bahan tebal namun nyaman seperti katun twill atau chino.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memilih celana yang pas sering jadi tantangan pria bertubuh gemuk. Bukan soal ukuran saja, melainkan juga bagaimana potongan, warna dan bahan bisa memengaruhi tampilan secara keseluruhan.

Dalam penilitian di Journal of Clothing Science and Technology, dijelaskan bahwa fit atau kesesuaian pakaian berperan besar dalam membentuk persepsi visual tubuh, termasuk apakah seseorang terlihat lebih proporsional atau justru sebaliknya.

Salah memilih celana bisa membuat tubuh terlihat lebih “berisi” dari aslinya. Nah, supaya penampilan tetap rapi dan proporsional, ada lima jenis celana yang sebaiknya kamu hindari.

1. Celana skinny fit atau terlalu ketat

ilustrasi celana skinny fit (magnific.com/freepik)

Celan skinny fit sempat menjadi tren di kalangan anak muda. Tapi jika celana ini dipakai pria bertubuh gemuk justru bisa memperjelas bentuk kaki dan paha.

Potongan yang terlalu ketat membuat tubuh terlihat tidak seimbang dan menimbulkan kesan penuh pada bagian bawah. Selain itu celana ini juga kurang nyaman dipakai aktivitas sehari-hari.

Pilihlah celana dengan potongan reguler atau straight fit agar memberi ruang untuk kakimu untuk bergerak. Akan lebih bagus jika bahan celana yang digunakan bisa sedikit melar atau strech.

2. Celana dengan warna terang atau mencolok

ilustrasi pria memakai celena warna cerah. (magnific.com/lookstudio)

Celana dengan warna terang atau mencolok seperti putih, krem, pastel cenderung memantulkan cahaya dan membuat tubuh terlihat lebih besar. Selain itu, juga membuat area kaki dengan tubuh atas tidak seimbang.

Gunakan celana dengan warna gelap atau netral agar memberikan kesan ramping, contohnya warna hitam, navy, atau abu-abu gelap.

3. Celana dengan bahan terlalu tipis atau mengilap

ilustrasi pria memakai celena warna cerah. (magnific.com/drobotdean)

Celana tipis akan mudah mengikuti bentuk tubuh, sementara bahan mengilap bisa memantulkan cahaya dan menonjolkan volume tubuh. Kombinasi ini membuat area paha dan pinggul tampak lebih besar dari versi aslinya.

Karena itu, pilihlah celana dengan bahan cukup tebal dan jatuh namun tetap breathable. Bahan celana yang cocok adalah katun twill atau celana chino dengan tekstur matte atau tidak mengilap.

4. Celana dengan banyak motif dan penuh detail

ilustrasi pria memakai celena warna cerah. (unsplash.com/Ben Iwara)

Celana dengan banyak motif atau celana dengan detail kompleks seperti cargo bisa menambah volume visual pada tubuh. Alih-alaih tampil stylish, celana ini justru membuat penampilan lebih penuh dan tidak clean.

Pilih celana degan desain simpel dan minimalis seperti celana chino, celana bahan, jeans minimalis.

5. Celana dengan ukuran terlalu longgar

ilustrasi celana baggy (unsplash.com/Khaled Ali)

Banyak yang mengira celana longgar bisa menyamarkan tubuh gemuk. Padahal, jika ukurannya terlalu besar justru membuat tubuh dan kakimu makin tenggelam dan tidak berbentuk.

Celana yang kebesaran juga bisa memberi kesan kurang rapi dan tidak proporsional. Pilihlah ukuran yang pas dan punya tipe potongan relaxed fit agar tetap nyaman dipakai seharian.

Kunci tampil keren bagi pria bertubuh gemuk justru bukan menyembunyikan tubuh, tapi memilih tipe, potongan, dan bahan celana yang tepat. Dengan menghindari jenis celana tertentu dan menggantinya dengan yang lebih sesuai penampilanmu agar jauh lebih rapi, proporsional, dan makin percaya diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team