Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Kacamata Hitam Memiliki Tingkat Kegelapan yang Berbeda-beda?
ilustrasi kacamata hitam (unsplash.com/Ethan Robertson)
  • Tingkat kegelapan kacamata hitam diukur dengan Visible Light Transmission (VLT), yang menunjukkan seberapa banyak cahaya tampak dapat melewati lensa tanpa memengaruhi perlindungan terhadap sinar UV.
  • Lensa kacamata hitam dibagi menjadi lima kategori berdasarkan persentase VLT, dari kategori 0 yang sangat terang hingga kategori 4 yang sangat gelap untuk kondisi ekstrem seperti pegunungan atau laut terbuka.
  • Pemilihan tingkat kegelapan lensa harus disesuaikan dengan kondisi pencahayaan agar nyaman dan aman, sementara teknologi photochromic memungkinkan lensa menyesuaikan kegelapan secara otomatis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa tidak semua kacamata hitam memiliki lensa dengan tingkat kegelapan yang sama? Ada yang hanya sedikit berwarna, ada pula yang sangat gelap hingga hampir sulit melihat mata pemakainya.

Perbedaan ini bukan sekadar soal gaya atau desain. Tingkat kegelapan lensa kacamata hitam sebenarnya dirancang untuk menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk ke mata dalam kondisi lingkungan yang berbeda. Dengan kata lain, kacamata hitam yang nyaman dipakai saat berkendara belum tentu cocok digunakan di bawah terik matahari di pantai atau saat berada di pegunungan bersalju.

1. Tingkat kegelapan kacamata hitam diukur dari jumlah cahaya yang diteruskan

ilustrasi kacamata hitam (pexels.com/Steve Johnson)

Untuk mengetahui seberapa gelap sebuah lensa, para produsen menggunakan ukuran yang disebut Visible Light Transmission (VLT). VLT menunjukkan persentase cahaya tampak yang masih dapat melewati lensa. Misalnya, lensa dengan VLT 80 persen masih membiarkan 80 persen cahaya masuk. Sebaliknya, lensa dengan VLT 10 persen hanya meneruskan 10 persen cahaya dan menghalangi 90 persen sisanya. Jadi, semakin rendah persentase VLT, semakin gelap tampilan lensa tersebut.

Namun, ada satu hal penting yang perlu diketahui: tingkat kegelapan lensa tidak sama dengan perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV). Lensa bening sekalipun dapat dirancang untuk memblokir 100 persen sinar UV. Sebaliknya, lensa yang sangat gelap belum tentu otomatis memberikan perlindungan UV yang baik.

2. Ada lima kategori kegelapan lensa kacamata hitam

ilustrasi perempuan memakai kacamata hitam (pixabay.com/Bob_Dmyt)

Secara umum, lensa kacamata hitam dibagi menjadi lima kategori berdasarkan jumlah cahaya yang dapat melewatinya.

  • Kategori 0: Lensa sangat terang

Lensa kategori 0 memiliki VLT sekitar 80–100 persen. Warnanya sangat bening atau hanya memiliki sedikit tint. Jenis lensa ini lebih banyak digunakan untuk kebutuhan gaya, perlindungan ringan, atau kondisi dengan pencahayaan rendah. 

  • Kategori 1: Sedikit berwarna

Dengan VLT sekitar 43–80 persen, lensa kategori 1 memiliki warna yang lebih terlihat, tetapi masih tergolong terang. Lensa ini cocok digunakan saat cuaca mendung atau ketika paparan sinar matahari tidak terlalu kuat. Beberapa orang dengan mata yang sensitif terhadap cahaya juga mungkin merasa lebih nyaman menggunakan lensa dengan tingkat kegelapan seperti ini.

  • Kategori 2: Tingkat kegelapan sedang

Lensa kategori 2 memiliki VLT sekitar 18–43 persen. Ini merupakan tingkat kegelapan yang cukup serbaguna untuk aktivitas sehari-hari. Lensa ini cocok digunakan dalam kondisi cerah hingga agak berawan. 

  • Kategori 3: Gelap dan paling umum digunakan

Dengan VLT sekitar 8–18 persen, lensa kategori 3 merupakan salah satu pilihan yang paling umum untuk kacamata hitam sehari-hari. Lensa ini cocok digunakan saat matahari sedang terik, termasuk ketika berada di pantai, berkendara pada siang hari, atau melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan.

  • Kategori 4: Sangat gelap untuk kondisi ekstrem

Lensa kategori 4 memiliki VLT sekitar 3–8 persen. Artinya, hanya sedikit cahaya tampak yang dapat melewati lensa. Lensa ini dirancang untuk kondisi dengan paparan cahaya dan pantulan yang sangat kuat, seperti di pegunungan tinggi, gletser, gurun, atau laut terbuka.

3. Mengapa tidak semua orang membutuhkan kacamata hitam yang sangat gelap

ilustrasi kacamata hitam (unsplash.com/Sebastian Coman Travel)

Kebutuhan terhadap tingkat kegelapan lensa sangat bergantung pada lingkungan. Pada hari yang mendung, menggunakan kacamata hitam dengan lensa terlalu gelap justru dapat membuat pandangan terasa suram dan menyulitkan mata melihat objek dengan jelas. Sebaliknya, lensa yang terlalu terang mungkin tidak cukup untuk mengurangi silau saat berada di bawah sinar matahari yang sangat kuat.

Pemilihan tingkat kegelapan yang tepat dapat membantu:

  • Mengurangi ketegangan mata akibat cahaya yang terlalu terang

  • Mengurangi silau dan meningkatkan kenyamanan penglihatan

  • Membantu mempertahankan kontras dalam kondisi pencahayaan tertentu

  • Mendukung keamanan saat melakukan aktivitas seperti berkendara

  • Memberikan perlindungan dari sinar UV jika lensa memang memiliki lapisan perlindungan UV

Jadi, semakin gelap lensa bukan berarti semakin baik. Yang terpenting adalah menyesuaikan tingkat kegelapannya dengan kebutuhan.

4. Bagaimana dengan kacamata yang bisa berubah menjadi gelap

ilustrasi kacamata hitam (unsplash.com/Ethan Robertson)

Beberapa kacamata menggunakan teknologi photochromic, yang memungkinkan lensa berubah tingkat kegelapannya secara otomatis. Saat berada di dalam ruangan, lensa biasanya tampak lebih bening. Ketika terkena paparan sinar UV di luar ruangan, lensa akan menjadi lebih gelap untuk membantu mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke mata. Teknologi ini membuat satu kacamata dapat digunakan dalam berbagai kondisi pencahayaan tanpa perlu terus-menerus berganti kacamata.

Jadi, mengapa kacamata hitam memiliki tingkat kegelapan berbeda? Singkatnya, karena mata manusia menghadapi kondisi pencahayaan yang sangat beragam. Kacamata hitam dengan tingkat kegelapan berbeda dibuat untuk menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk ke mata, mulai dari kondisi mendung hingga lingkungan dengan silau ekstrem. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article