Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Launching apparel PUMA x McLaren Racing di Jakarta
Launching apparel PUMA x McLaren Racing di Jakarta. 9 Februari 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Intinya sih...

  • Momentum 75 Tahun F1 dalam fashion di tengah era baru motorsportTahun 2026 menjadi titik penting bagi Formula 1. Selain menandai 75 tahun perjalanan F1, musim ini juga membawa perubahan regulasi terbesar dalam sejarah olahraga tersebut, sebuah era baru yang sarat inovasi dan teknologi.

  • Motor sport sebagai lifestyle dengan energi balap dalam potongan kontemporer
    PUMA memandang motor sport bukan hanya tentang performa di lintasan, tetapi juga tentang bagaimana semangatnya hidup dalam keseharian. Koleksi apparel yang diluncurkan pun jadi lini lifestyle perdana yang menerjemahkan warisan motorsport ke dalam gaya kontemporer yang relevan dengan keseharian para penggemar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Deru mesin Formula 1 mungkin terdengar ribuan kilometer dari Jakarta, tetapi energinya terasa nyata di jantung ibu kota. Sebagai mitra global McLaren Racing, PUMA membawa momen global reveal livery MCL40 musim 2026 ke Jakarta. Bukan sekadar selebrasi motorsport, melainkan pernyataan gaya yang menerjemahkan dunia balap ke dalam bahasa fashion kontemporer.

Di tengah perayaan 75 tahun Formula 1 dan perubahan regulasi terbesar dalam sejarahnya, kolaborasi ini hadir seperti jembatan antara lintasan dan lemari pakaian. PUMA x McLaren Racing membuktikan bahwa kecepatan tak lagi hanya milik sirkuit. Ia kini hidup dalam potongan jaket, siluet sepatu, dan detail apparel yang siap dikenakan sehari-hari.

1. Momentum 75 Tahun F1 dalam fashion di tengah era baru motorsport

Launching apparel PUMA x McLaren Racing di Jakarta. 9 Februari 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Tahun 2026 menjadi titik penting bagi Formula 1. Selain menandai 75 tahun perjalanan F1, musim ini juga membawa perubahan regulasi terbesar dalam sejarah olahraga tersebut, sebuah era baru yang sarat inovasi dan teknologi. Sanjay Roy, Managing Director PUMA SEA & Oceania, menegaskan pentingnya momentum ini.

“2026 tahun sangat penting, 75 years F1 sekaligus tahun ini perubahan regulasi terbesar bagi F1,” terangnya, dalam acara launching yang berlangsung di Senayan City Mall, pada Senin (9/2/2026).

Peluncuran koleksi PUMA x McLaren Racing yang dilakukan serentak di Las Vegas, London, Bahrain, dan Jakarta menjadi simbol bahwa fashion motorsport kini berskala global. Jakarta tidak lagi sekadar penonton, tetapi bagian dari panggung dunia.

2. Motorsport sebagai lifestyle dengan energi balap dalam potongan kontemporer

Launching apparel PUMA x McLaren Racing di Jakarta. 9 Februari 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

PUMA memandang motorsport bukan hanya tentang performa di lintasan, tetapi juga tentang bagaimana semangatnya hidup dalam keseharian. Koleksi apparel yang diluncurkan pun jadi lini lifestyle perdana yang menerjemahkan warisan motorsport ke dalam gaya kontemporer yang relevan dengan keseharian para penggemar.

Motorsport tidak hanya tentang performa di lintasan, tetapi juga tentang bagaimana energi balap hidup dalam budaya sehari-hari,” kata Sanjay Roy.

Jakarta dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki denyut street culture yang kuat antara fashion, musik, dan komunitas kreatif, yang membuka ruang bagi estetika balap untuk bertransformasi menjadi statement style yang edgy dan modern.

3. Edgy, genderless, dan lebih muda merupakan bahasa baru dari apparel McLaren

Launching apparel PUMA x McLaren Racing di Jakarta. 9 Februari 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Koleksi PUMA x McLaren Racing dirancang untuk generasi yang lebih muda dan berani. Hal ini selaras dengan pandangan Sanjay, yang mengatakan bila konsumen dari McLaren kebanyakan orang-orang muda yang memiliki gaya edgy.

Selain itu, Sang Woo, Country Manager PUMA Indonesia, menegaskan bahwa koleksi ini tidak membatasi siapa pun. Tak ada syarat “seberapa jago mengemudi” untuk mengenakan koleksi ini. Filosofinya inklusif, baik penggemar F1, pecinta fashion, maupun mereka yang sekadar ingin tampil sporty dengan sentuhan high-tech racing aesthetic.

“Koleksi kami mengarah pada edgy group, gak ada batasan gender, for everyone, karena semua bisa merasakan hal yang sama,” ucapnya.

4. Replica collection untuk versi daily wear

Launching apparel PUMA x McLaren Racing di Jakarta. 9 Februari 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Salah satu highlight koleksi ini adalah replica polo dan team kit yang akan diluncurkan menjelang musim F1 di bulan Maret. Namun, replica di sini bukan berarti kompromi kualitas.

All the replica technological proven, high possible on fabric,” jelas Sanjay Roy.

Proses desainnya bahkan disebut “quite complicated and painful”, karena setiap produk yang dirancang PUMA harus mendapatkan persetujuan dari tim McLaren dan mengikuti berbagai regulasi brand. Hasilnya adalah apparel yang tetap membawa DNA teknologi F1, namun lebih wearable dan relevan untuk aktivitas urban. Sang Woo menjelaskan perbedaannya dengan apparel balap asli:

“Koleksi ini bukan untuk race, karena dibuat lebih universal. Dibuat lebih terjangkau sesuai kebutuhan sehari-hari, tapi tetap high performance dan perlu approval McLaren,” tuturnya.

5. Speedcat dan detail teknologinya

Launching apparel PUMA x McLaren Racing di Jakarta. 9 Februari 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Di lini footwear, siluet Speedcat kembali menjadi pusat perhatian. Sepatu ini dikenal dengan outsole dan midsole yang sangat tipis, dirancang untuk memberi kontrol maksimal pada pedal dan responsivitas tinggi saat balapan.

“Teknologi outsole dan midsole di Speedcat sangat tipis untuk racing biar mereka punya proper kontrol di pedal, responsif,” pungkas Sang Woo.

Kini, teknologi tersebut hadir dalam versi lifestyle yang membawa presisi balap ke langkah harian. Seolah setiap pijakan di trotoar kota menjadi perpanjangan dari lintasan sirkuit.

PUMA x McLaren Racing bukan sekadar kolaborasi brand olahraga dan tim balap. Ia adalah pernyataan bahwa motorsport telah berevolusi menjadi bagian dari budaya populer dan fashion global.

Editorial Team