ilustrasi baju perempuan era Victoria (pexels.com/ΘSWΛLD)
Pada tahun 1861, Ratu Victoria berkabung atas meninggalnya Pangeran Albert (suaminya) dengan mengenakan pakaian hitam setiap hari selama 40 tahun. Pada tahun 1840, The Workwoman's Guide diterbitkan untuk merinci perkiraan waktu berkabung yang isinya sebagai berikut:
pasangan suami istri (khususnya pria) berduka selama dua tahun atau lebih;
orang tua diberikan waktu berduka setengah tahun hingga satu tahun;
anak-anak berusia lebih dari 10 tahun berkabung selama setengah tahun sampai satu tahun;
anak-anak di bawah satu tahun ditangisi enam bulan;
bayi ditangisi selama enam minggu.
Busana berkabung yang terkenal di era Victoria disebut dengan pakaian janda. Perempuan yang ditinggal suaminya meninggal akan menjalani masa berkabung penuh dan berkabung setengah. Pada satu tahun pertama, mereka mengenakan pakaian yang ditutupi kain krep hitam. Setelah sembilan bulan, kain krep hitam dilepaskan dan digantikan kain hitam yang lebih mewah.
Masa berkabung setengah berlaku pada enam bulan terakhir masa berkabung. Perempuan berstatus janda mulai mengenakan pakaian berwarna-warni secara bertahap. Apabila dihitung-hitung, masa berkabung janda berlangsung selama dua setengah tahun.