Bekasi, IDN Times - Sebanyak 16 orang korban luka-luka akibat kecelakaan kereta antara Commuterline dengan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, masih menjalani perawatan medis di RSUD Kota Bekasi, Jumat (1/5/2026).
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Sudirman menyampaikan, jumlah pasien tersebut sudah berkurang satu setelah dibolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya.
"Saat ini ada 16 pasien (korban kecelaakan di Stasiun Bekasi Timur). Satu orang pulang, korban warga Tambun, Kabupaten Bekasi," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (1/5/2026).
Dia juga menceritakan, tiga dari 16 korban yang sebelumnya menjalani operasi masih dalam tahap observasi. Sehingga, tiga orang tersebut belum dapat diperbolehkan pulang.
"Iya, tiga orang (selesai dioperasi)," katanya.
Sudirman juga menambahkan, kebanyakan korban mengalami keluhan nyeri pada sejumlah bagian tubuh hingga mengalami patah tulang akibat benturan saat kecelakaan terjadi.
"Mereka mengalami patah tulang, ada yang tangan dan kaki, serta memar (pada beberapa bagian tubuh)," tutur dia.
Diketahui, tabrakan maut antar kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di pelintasan sebidang tanpa palang pintu.
Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang berada di Stasiun Bekasi Timur terhambat, sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju.
Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi Surabaya hingga kecelakaan tak terhindarkan. Akibat peristiwa itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.
Adapun, ke 16 korban meninggal yakni Tutik Anitasari, Harum Anjasari, Nur Alimantun Citra Lestari, Farida Utami, Vica Acnia Fratiwi, Ida Nuraida, Gita Septia Wardany, Fatmawati Rahmayani, Arinjani Novita Sari, Nur Ainia Eka Rahmadhyna, Nuryati, Nur Laela, Engar Retno Krisjayanti, Adelia Rifani dan Ristuti Kustirahayu.
