ilustrasi lansia di pagi hari (freepik.com/jcomp)
Sebelum merebaknya pandemi COVID-19, pemerintah daerah biasanya memperingati HLUN dengan mengadakan kegiatan yang mengikutsertakan penduduk lanjut usia. Kegiatan tersebut seperti senam bersama, perlombaan, hingga memberikan paket bantuan untuk lanjut usia yang membutuhkan.
Tapi dengan adanya pandemi, pemerintah Indonesia kerap mengadakan seminar atau diskusi yang bertemakan orang lanjut usia. Menurut Kemensos, seperti yang diketahui, lanjut usia dinilai kerap mengalami kesulitan dalam mempertahankan kesehatan, sering mengalami stres fisiologis, serta mengalami penurunan kemampuan untuk mempertahankan hidup.
Peringatan HLUN pada tahun 2025 kali ini memiliki nuansa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, dimana banyak kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat terutama Lanjut usia dan kelompok rentan. Indonesia merupakan wilayah yang sangat rawan bencana, sehingga membawa pengaruh yang besar terhadap eksistensi lansia terutama kawasan-kawasan yang mengalami bencana seperti konflik, banjir, tanah longsor, gunung berapi, tsunami, gempa bumi dan kebakaran Hal ini semakin memperparah kondisi lansia, sehingga banyak lansia yang terdampak dengan situasi tersebut.
Pada Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan, dimana pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Lanjut Usia. Mandat Peraturan Presiden tersebut ditujukan kepada Kementerian/Lembaga untuk mewujudkan Lanjut Usia Sejahtera, Mandiri, dan Bermatabat. Hal ini sebagaimana dituangkan dalam tema peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2025 "Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera".
Itulah informasi seputar Hari Lanjur Usia Nasional. Walaupun HLUN tidak ditandai sebagai libur nasional atau tanggal merah, semoga dengan adanya hari nasional ini, penduduk lansia di Indonesia tetap bisa merasakan kehangatan yang diberikan oleh masyarakat non-lansia lainnya, ya!