Audiensi dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di ruang kerjanya pada Kamis, (30/4). (dok. Pemprov Jateng).
Selain forum investasi, CJIBF juga dirangkaikan dengan UMKM Grande 2026 yang menghadirkan 75 pelaku UMKM unggulan hasil kurasi ketat.
“Ini menjadi kesempatan bagi UMKM Jawa Tengah untuk promosi, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha dari provinsi lain,” pungkas Sakina.
Lebih jauh, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M. Noor Nugroho menjelaskan, puluhan UMKM tersebut dipilih berdasarkan kualitas dan kesiapan menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi,” kata Noor Nugroho.
Ia menegaskan, proses kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, serta kualitas produk. Sebab, sebagian produk ini diarahkan untuk pasar ekspor, sehingga harus memenuhi standar-standar tertentu.