Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dikerahkan untuk bergabung ke dalam tim verifikasi dan validasi rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar). (Dok. BNPB)
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, mengatakan penanggulangan bencana harus dilakukan secara multipihak, atau yang sering disebut kolaborasi pentaheliks. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media harus bersatu padu dalam penanganan bencana.
"Termasuk di dalamnya akademisi dan para pakar. Maka dari itu, BNPB selalu bekerja sama dengan pakar dan mahasiswa yang ada di Indonesia, khususnya di Sumbar, untuk penanganan bencana seperti yang akan kita lakukan hari ini," kata Rustian, dalam keterangan pers, Sabtu (3/1/2026).
Rustian menjelaskan, mahasiswa akan disebar ke 13 kabupaten/kota di Sumbar, untuk mendata dan memverifikasi kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang dan longsor. Kerusakan akan dibagi menjadi tiga kategori yakni rusak ringan, sedang, dan rusak berat. Kategorisasi tersebut sudah disiapkan BNPB sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sebelum turun ke lapangan, Rustian menjelaskan, mahasiswa akan diberi pembekalan terkait format serta poin-poin dalam melakukan verifikasi dan validasi di lapangan. Mahasiswa juga akan didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas selama proses tersebut.