Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Politik Dinasti Bertabur Ambisi di Indonesia
Ilustrasi politik. (Unspalsh/Maarten van den Heuvel)

Jakarta, IDN Times - Elite politik kerap dikait-kaitkan dengan tampuk kekuasaan dalam roda pemerintahan. Bahkan, untuk menjaga kekuasaan itu tak jarang mereka membangun dinasti. Memang, tak semua elite politik berambisi menggunakan jabatan mereka untuk kekuasaan.

Di sisi lain, Mahkamah Konstitusi (MK) telah melegalkan ketentuan pencalonan kepala daerah berasal dari keluarga petahana, maju sebagai kepala daerah. Aturan itu tertuang dalam Pasal 7 huruf r Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Alhasil, banyak politikus melahirkan politik dinasti melalui keluarga hingga kerabat mereka. Berikut deretan politik dinasti dari lima tokoh politik nasional yang masih bertahan hingga hari ini.

1. Amien Rais melalui Partai Amanat Nasional (PAN)

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Meski namanya sudah tidak ada dalam kepengurusan partai, Amien Rais masih memiliki kekuatan sebagai pendiri partai dan Ketua Dewan Kehormatan PAN. Namun, Amien kini memiliki penerusnya, keempat anak Amien terjun ke dunia politik.

Anak keempat Amien, Ahmad Baihaqy Rais, mencoba keberuntungan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Baihaqy tercatat sebagai calon legislatif DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan nomor urut 2.

Kemudian, anak sulung Amien, Mumtaz Rais, juga sama. Mumtaz maju di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VI, DPR RI. Sementara, anak perempuan Amien, Hanum Salsabiela Rais, juga bertarung di Dapil Jawa Tengah VI, DPR RI.

Tak hanya itu, anak kedua Amien, Ahmad Hanafi Rais juga kembali maju nyaleg pada Pileg 2019 untuk Dapil DIY, demi mempertahankan kursi di DPR RI. Hanafi saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

2. Megawati Soekarnoputri melalui PDIP

IDN Times/Rehan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga tidak menghentikan jejaknya di dunia politik. Putri Presiden ke-1 RI Sukarno itu meneruskan roda politiknya pada kedua anaknya.

Puan Maharani, anak pertama Megawati bersama Taufik Kiemas berhasil menjabat Ketua Fraksi PDIP di DPR RI melalui kursi Pileg 2012.

Selama dua tahun, Puan dikenal sebagai anggota Komisi IV DPR RI hingga akhirnya mundur dari legislatif, karena terpilih sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia dalam Kabinet Kerja, periode 2014-2019.

Pileg 2019, Puan juga kembali maju ke kursi DPR RI melalui PDIP dan bertarung di Dapil Jawa Tengah.

Berbeda dengan Puan, anak laki-laki Megawati, Muhammad Prananda Prabowo menolak maju Pileg 2019. Prananda hanya menjabat Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PDIP periode 2015-2020. Prananda belakangan dikenal sebagai musisi band rock.

Megawati telah berkuasa di Indonesia sebagai Presiden ke-4 RI selama tiga tahun, 2001-2004. Ia mencatat sejarah baru Indonesia karena tercatat sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia.

3. Trah baru Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Susilo Bambang Yudhoyono atau biasa disapa SBY, juga mulai menunjukkan trah politiknya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Setelah berhenti dari militer, SBY terjun ke dunia politik dengan memenangkan Pilpres 2004 dan 2009.

Dua putra SBY mendadak terkenal ketika sang bapak pensiun dari pemerintahan. Bahkan, anak sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono berani mengambil risiko mundur dari militer, setelah 15 tahun bertugas di militer.

Pria yang akrab disapa AHY itu pernah meraih Adhi Makayasa pada 2000 di Akademi Militer (Akmil) dan resmi mundur dari militer pada September 2016. Ia mempertaruhkan karier militernya, demi menjalankan petuah sang ayah untuk bertarung dalam bursa Pilkada DKI Jakarta 2017.

Namun, pertarungan perdana AHY dalam politik DKI Jakarta gagal pada putaran pertama. AHY bersanding dengan birokrat di jajaran Pemprov DKI Jakarta, Sylviana Murni.

Jauh sebelum AHY, anak kedua SBY Edhie Baskoro Yudhoyono telah menggeluti dunia politik. Edhie merupakan anggota legislator terpilih dalam Pileg 2009, Dapil Jawa Timur VII. Tahun ini, Ibas, sapaan Edhie Baskoro Yudhoyono kembali nyaleg untuk daerah pemilihan yang sama.

4. Dinasti Atut nan fenomenal di Banten

Ratu Atut (ANTARA FOTO)

Siapa yang tak kenal mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah? Ia dikenal luas setelah berhasil meraih gelar gubernur perempuan pertama di Indonesia. Awal mula kekuasaan Atut sejak gubernur Banten periode 2001-2006 Djoko Munandar tersandung masalah hukum.

Munandar tersandung kasus korupsi dan resmi diberhentikan per Oktober 2005. Atut pun tak lama resmi dan dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten.

Perjalanan Atut tak mulus, meski ia berhasil meraup suara pada Pilkada Banten 2006 dan Pilkada Banten 2011. Ia dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ditetapkan sebagai tersangka pada 2013.

Lika-liku Atut tidak membuat politik dinasti selesai di Banten. Sejak menjadi orang nomor satu di Banten, satu per satu anggota keluarga besarnya masuk ke politik praktis.

Diawali kemunculan Airin Rachmi Diany, adik ipar Atut, dalam Pilkada Kabupaten Tangerang 2008. Istri Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang tak lain adik Atut, juga menjadi calon wakil bupati mendampingi Jazuli Juwaini dari PKS. Namun, pasangan ini dikalahkan pasangan petahana, Ismet Iskandar-Rano Karno.

Pada tahun yang sama, adik tiri Atut, Tubagus Haerul Jaman, maju sebagai calon wakil wali kota Serang berpasangan dengan mantan Bupati Serang Bunyamin dan menang.

Tetapi, Kurang dari tiga tahun berkuasa, 1 Maret 2011, Bunyamin meninggal dunia. Jaman lalu diangkat menjadi wali kota Serang. Saat Pilkada Kota Serang 2013, ia kembali mencalonkan diri dan menang.

Pada 2010, adik Atut, Ratu Tatu Chasanah, juga mengikuti Pilkada Kabupaten Serang. Ia terpilih jadi Wakil Bupati Serang 2010-2015 mendampingi Taufik Nuriman.

Airin yang gagal di Pilkada Kabupaten Tangerang mencoba peruntungan pada Pilkada Kota Tangerang Selatan 2010. Airin yang berpasangan dengan Benyamin Davnie terpilih sebagai Wali Kota Tangerang Selatan 2011-2015.

Ibu tiri Atut, Heryani, juga tak ketinggalan. Ia terpilih menjadi Wakil Bupati Pandeglang pada Pilkada 2011 mendampingi Erwan Kurtubi. Pada tahun yang sama, Atut kembali mencalonkan diri sebagai gubernur Banten didampingi Rano Karno dan menang.

Bahkan, jejak dinasti Ratu Atut juga berada di luar eksekutif. Pada 2009, suami Atut, Hikmat Tomet terpilih sebagai anggota DPR.

Terakhir, anak Atut, Andika Hazmury juga tercatat berhasil masuk jadi anggota DPD perwakilan Banten, dan menantu Atut, Adde Rosi Khairunnisa, jadi anggota DPRD Kota Serang.

5. Dinasti Syahrul Yasin Limpo di Sulawesi Selatan

Dok. Syahrul YL

Lain lagi dengan politik dinasti dari Sulawesi Selatan. Keluarga Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo juga ibarat air yang terus mengalir. Syahrul merupakan gubernur Sulsel terpilih periode 2008-2013 dan 2013-2018.

Kolonel H M Yasin Limpo alias Yasin Daeng Limpo yang meninggal pada 4 Agustus 2009 merupakan orang terpandang di Sulawesi Selatan. Ia adalah ayah dari Syahrul dan penjabat sementara gubernur. Sebelumnya, ia menjabat bupati di tiga kabupaten di Sulsel.

Sang ibu, Nurhayati juga berkali-kali menjadi anggota dewan dari Fraksi Golkar. Anak Syahrul, Tanri Olle Yasin Limpo juga menjabat ketua DPRD Sulsel. Dia maju sebagai caleg DPR RI dari Partai NasDem, bahkan bertarung dengan keponakannya, Thita.

Syahrul Yasin Limpo sendiri adalah wakil Gubernur Sulsel 2003-2008 dan gubernur Sulsel 2008-2018. Pileg 2019, ia nyaleg untuk DPR RI.

Saudara Syahrul Yasin Limpo, Tenri Angka Yasin Limpo juga menjabat sebagai anggota DPRD Makassar. Saudara Syahrul lainnya, Dewie Yasin Limpo sedang menghuni penjara selama delapan tahun, karena menerima suap saat menjadi anggota DPR. Ia terbukti menerima suap SGD177 ribu. Dewi merupakan saudara kandung Syahrul Yasin Limpo.

Saudara Syahrul lainnya, Ichsan Yasin Limpo juga menjabat bupati Gowa dan Haris Yasin Limpo sebagai Direktur Utama PDAM Kota Makassar. Sementara, Irman Yasin Limpo pernah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Luwu Timur. Kini ia duduk sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.

Anak Syharul, Indira Chunda Thita Syahrul Putri yang biasa disapa Thita, saat ini menjabat anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN). Namun, pada pendaftaran bacaleg kali ini, ia memilih 'hengkang' dari PAN dan bergabung dengan NasDem mengikuti jejak ayahnya.

Dua anak Ichsan, Adnan Purichta dan Akbar Danu Indarta Marwan juga menjadi anggota DPRD Gowa.

Tak hanya itu, menantu Ichsan Habsa Yanti Ponulele dan Riska Mulfiati Redindo juga maju sebagai caleg DPRD Sulsel untuk daerah pemilihan Makassar. Bahkan, sang besan Syahrul, Luthfi Halide juga maju di dapil yang sama dengan mantan Gubernur Sulsel itu.

 

Editorial Team