Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Siswa di SMAN 15 Kota Bekasi sedang menanam bibit hidroponik.
Siswa di SMAN 15 Kota Bekasi sedang menanam bibit hidroponik. (IDN Times/Imam Faishal)

Intinya sih...

  • Hasil kerja sama antar instansi

  • Targetkan mendapat penghargaan tingkat mandiri

  • Sebanyak 721 sekolah di Indonesia dapat penghargaan Adiwiyata Nasional

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Sebanyak lima sekolah dari tingkat SD hingga SMA mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Desember 2025 lalu.

Lima sekolah itu yakni SDN Mustikajaya IV, SMP Negeri 7, SMP Negeri 32, SMA Negeri 15, dan SMK Negeri 8 Kota Bekasi.

"Penghargaan ini tidak lepas dari komitmen dan program visi misi dari Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota, khususnya untuk menunjang program Kota Bekasi Hijau," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, Selasa (6/1/2026).

1. Hasil kerja sama antar instansi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih. (IDN Times/Imam Faishal)

Kiswati mengatakan, penghargaan itu didapatkan atas kerja sama antar dinas, mulai dari pihak sekolah hingga kantor cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat dan juga para siswa.

"Tentunya ini adalah kinerja bersama dari seluruh stakeholder, mulai dari sekolah, kemudian dinas lingkungan, dinas pendidikan, kemudian kantor cabang dinas provinsi, dan tentunya arahan dari Pak Wali dan Pak Wakil Wali Kota Bekasi," kata dia.

Selain lima sekolah tersebut, lanjut Kiswati, terdapat juga enam sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat dan 15 sekolah tingkat kota di Kota Bekasi.

2. Targetkan mendapat penghargaan tingkat mandiri

Greenhouse di SMAN 15 Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Kiswati menambahkan, pihaknya akan menargetkan lima sekolah yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional untuk kembali mendapatkan penghargaan tingkat mandiri.

Sementara, Kepala SMA Negeri 15 Kota Bekasi, Khomsatun Rokhyati menyampaikan, pihaknya memiliki salah satu program di mana dalam satu hari para siswa dan guru-guru diminta untuk membawa pulang kembali sampahnya.

"Untuk program sekolah sendiri kita punya program unggulan, itu di hari Jumat, anak-anak wajib membawa pulang kembali sampahnya," kata dia.

Selain itu, para siswa dan guru juga diwajibkan membawa tumbler (botol minum) agar mengurangi sampah plastik. Bahkan, pedagang di kantin juga tidak lagi menyediakan wadah plastik untuk minuman ataupun makanan.

"Kami kebetulan dari 2023 sampai sekarang program itu tidak ada perubahan. Karena membutuhkan konsistensi, perilaku menjadi budaya itu kan butuh konsistensi," jelas dia.

3. Sebanyak 721 sekolah di Indonesia dapat penghargaan Adiwiyata Nasional

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Diketahui, sebanyak 721 sekolah dari 169 kota dan kabupaten se-Indonesia mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional dari KLH. Selain Adiwiyata Nasional, KLH juga memberikan penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada 258 sekolah se-Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pendidikan lingkungan hidup di sekolah adalah fondasi penting untuk menjawab krisis iklim yang kini terasa nyata, seperti yang ditunjukkan oleh bencana ekologis baru-baru ini di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Krisis iklim bukan isu jauh, melainkan kenyataan yang hadir di depan mata. Di sinilah nilai-nilai Adiwiyata menjadi semakin relevan. Pendidikan lingkungan di sekolah bukan hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga empati, kepedulian, dan keberanian untuk bertindak sejak dini," kata Hanif dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (7/1/2026).

Adapun, program Adiwiyata secara langsung mengimplementasikan lima aspek utama Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH), yakni kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, konservasi keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi energi, serta penghematan dan konservasi air.

Editorial Team