Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, fenomena gempa megathrust merupakan peristiwa geologi yang terjadi akibat pergerakan satu lempeng tektonik yang menunjam ke bawah lempeng lainnya di zona subduksi. Gempa jenis ini memiliki karakteristik khusus berupa magnitudo yang melampaui angka 8,0 dan kerap memicu tsunami yang berdampak pada wilayah pesisir.
"Gempa megathrust adalah jenis gempa bumi dengan magnitudo di atas 8,0, yang kemungkinan besar terjadi di wilayah yang terletak di sepanjang patahan besar serta area di mana lempeng-lempeng tektonik bertemu satu sama lain," tulis BMKG, dikutip Kamis (2/4/2026).
Lantas seperti apa karakteristik dan tanda-tanda potensi gempa megathrust? Berikut ulasannya.
