Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 48 kali gempa susulan di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Hal itu usai adanya gempa besar dengan magnitudo (M) 7,6, pada Kamis (2/4/2026).
“Hingga pukul 12.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo antara 2,8 hingga 5,8,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers virtual di kantor BNPB, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Tercatat, ada 9 daerah yang terdeteksi tsunami. Meski demikian, ketinggian tsunami kurang dari 1 meter. Berikut daftar daerah yang terdeteksi tsunami:
1.Belang – 06:36 WIB (0.68 m)
2.Bitung – 06:15 WIB (0.20 m)
3.Bumbulan – 06:50 WIB (0.13 m)
4.Gita – 06:12 WIB (0.24 m)
5.Halmahera Barat – 06:08 WIB (0.30 m)
6.Kedi – 06:15 WIB (0.15 m)
7.Minahasa Utara – 06:18 WIB (0.75 m)
8.Sidangoli – 06:16 WIB (0.35 m)
9.Sitaro – 06:15 WIB (0.19 m).
BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk terus memperbarui informasi terkait gempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara di platform resmi BMKG. Jangan mudah percaya informasi yang beredar di media sosial.
BMKG mendeteksi tsunami berdasarkan pemantauan tinggi muka laut menggunakan Tide Gauge. Kini, BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami di Sulut dan Malut.
"Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7.6, tanggal 2 Aptil 2026, dinyatakan telah berakhir," ujar Plt Direkrut Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
