Comscore Tracker

Pengungsi Gempa Sulbar Masih Trauma, Belum Mau Pulang ke Rumah

"Rumah kami rusak parah, kami mau ke mana..." #PrayforSulbar

Makassar, IDN Times - Gempa Magnitudo 6,2 yang mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar) meluluhlantakkan tempat tinggal dan mata pencaharian masyarakat. Sudah lebih dari sepekan usai bencana, ribuan pengungsi di Mamuju masih enggan kembali ke rumah mereka meski telah diminta oleh pemerintah setempat.

"Rumah kami rusak parah, kami mau ke mana, tidak mungkin kembali ke rumah. Kami pengungsi, hanya bisa bertahan di tenda pengungsian," ucap Awal, salah satu pengungsi gempa Sulbar, seperti dikutip dari ANTARA pada Minggu (24/1/2021).

Awal pun mengaku sudah tak mungkin menempati rumah yang nyaris rata dengan tanah, ditambah risiko tertimpa dinding rumah tetangga.

1. Gubernur Sulawesi Barat meminta para pengungsi tidak perlu takut untuk kembali ke rumah masing-masing

Pengungsi Gempa Sulbar Masih Trauma, Belum Mau Pulang ke RumahPresiden Jokowi meninjau Kantor Gubernur di Mamuju, Sulawesi Barat (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar telah meminta para pengungsi yang tersebar di Mamuju dan Majene agar kembali ke rumah masing-masing. Ali mengatakan bahwa mereka tak perlu lagi takut atau cemas dengan isu gempa dengan guncangan lebih besar atau tsunami.

"Besok (Sabtu, 23/1/2021) saya akan panggil camat, lurah dan kepala desa untuk meminta mereka mengimbau warga agar kembali ke rumah masing-masing, kalau rumah mereka tidak rusak," ujar Ali dalam rapat bersama para pimpinan Pemkab Mamuju dan Majene di kompleks Kantor Gubernur Sulbar, Jumat 22 Januari 2021.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Marlina Melahirkan di Pengungsian Gempa Mamuju

2. Pengungsi mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah setempat

Pengungsi Gempa Sulbar Masih Trauma, Belum Mau Pulang ke RumahIlustrasi. Pengungsi korban gempa bumi menyalakan lampu untuk menerangi tenda darurat yang dihuni keluarganya di kompleks Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (17/1/2021). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Meski sudah dibujuk, para pengungsi masih enggan. Rasa trauma mereka mengalahkan imbauan agar tak lagi takut.

"Biarkan kami di pengungsian sampai kami bisa merasa aman kembali ke rumah. Pemerintah juga mesti membantu kami karena situasi belum berjalan normal," kata Amrin, pengungsi Mamuju lainnya.

Amrin bahkan belum mengetahui apa saja langkah penanganan pascagempa dan program rehabilitasi baik oleh Pemprov Sulbar atau Pemkab Mamuju.

"Seandainya bukan bantuan dari pemerintah dan masyarakat Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan seluruh Indonesia, maka kami tidak tahu bagaimana bertahan hidup di pengungsian, karena pemerintah setempat tidak melakukan apa apa," lanjutnya.

3. Total pengungsi gempa di Mamuju dan Majene mencapai lebih dari 80 ribu orang

Pengungsi Gempa Sulbar Masih Trauma, Belum Mau Pulang ke RumahPrajurit TNI dan anggota Basarnas mengeluarkan logistik untuk korban gempa bumi Mamuju dan Majene dari pesawat Hercules A 1321 TNI AU saat tiba di Bandara Tampa Padang, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Dalam data Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Sulbar, jumlah pengungsi gempa di provinsi tersebut mencapai 89.624 orang. Rinciannya, sebanyak 60.505 orang di Mamuju dan 29.119 lainnya di Majene.

Mereka tersebar di 249 titik pengungsian. Di Kabupaten Mamuju, 105 titik dihuni di atas 100 orang dan 124 titik lainnya adalah pengungsian di bawah 100 orang. Sementara di Kabupaten Majene, sebanyak 20 titik pengungsian saat ini ditinggali lebih dari 100 orang.

Baca Juga: Kemensos Salurkan Bantuan Rp1,7 M pada Korban Gempa Majene-Mamuju

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya